Menghadang Virus Corona di Kereta Api

JOMBANG – Pemerintah Indonesia tak main-main dalam melawan penyebaran virus Corona. Di Jombang, perlawanan ini dilakukan petugas PT Kereta Api Indonesia dengan membagikan masker ke penumpang.

Pembagian masker ini dilakukan petugas Stasiun Jombang sejak Kamis, 30 Januari 2020 kepada penumpang kereta api. Para penumpang yang hendak naik ke atas kereta api dibagikan satu buah masker untuk segera dipakai. “Selain ke penumpang, kami juga sosialisasikan virus ini ke pegawai,” kata Kepala Stasiun Jombang, Sutrisno kepada Jatimplus.

Pemberian masker ini dilakukan di dua titik, yakni di lokasi antrean penumpang di luar peron, dan di dalam peron. Masker yang diterima harus segera dipakai untuk mencegah hal buruk yang bisa terjadi.

Menurut pantauan Jatimplus, para penumpang yang menerima masker langsung memakainya. Beberapa penumpang penumpang bahkan telah memakai masker sendiri dari rumah. Ketentuan mengenakan masker ini, menurut Sutrisno, adalah himbauan dari PT KAI ke seluruh stasiun kereta api.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menuturkan, program bagi masker ini sebagai upaya pencegahan sekaligus sosialisasi tentang virus Corona. Sasarannya adalah pekerja kereta api dan penumpang. Interaksi petugas kereta api yang tinggi dengan penumpang membuka resiko ancaman kesehatan.

“Seluruh stasiun di wilayah Daop 7 Madiun seperti Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Blitar akan kita terapkan sama,” kata Ixfan.

Ixfan menambahkan, selain pembagian masker, sosialisasi penyakit dan pencegahan penularan virus Corona ini dilakukan dengan pemasangan banner di area boarding. Dia juga menghimbau kepada para penumpang yang merasa ada keluhan kesehatan seperti demam, batuk pilek, dan keluhan lain untuk periksa di pos kesehatan stasiun. 

Kesiapan Rumah Sakit  

Selain stasiun, Rumah Sakit Umum Daerah Jombang juga melakukan antisipasi. Rumah sakit menyiapkan ruang isolasi untuk penderita virus corona.  Rumah sakit ini merupakan rujukan regional Jawa Timur bagian tengah yang mengampu lima kabupaten/kota.

Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran mengatakan rumah sakitnya telah memiliki ruang isolasi yang dilengkapi lima tempat tidur berikut peralatan medis memadai. “Sebagai rumah sakit rujukan, kita dituntut menyiapkan segala sesuatu terkait dengan adanya endemik atau kejadian luar biasa,” katanya.

Ruang isolasi ini memiliki daya tampung untuk lima orang pasien dengan tekanan negatif. Selain itu juga terdapat APD (alat pelindung diri) seperti masker dan baju khusus. Kemudian, alur pintunya bersifat one way (tidak boleh kembali).

Ruangan  juga didesain sedemikian rupa dengan pengalihan udara yang tidak sampai mencemari lingkungan sekitar. “Semuanya sudah kita siapkan, termasuk tim isolasi, serta obat-obatan,” tambahnya.

Soal virus corona, Pudji mengungkapkan hingga kini tidak ada pasien yang dirawat akibat virus yang belum ada obatnya ini.  Virus yang diduga berasal dari hewan ini  belakangan penyebarannya sudah terjadi dari manusia ke manusia, yakni melalui percikan. Artinya, penyebaran melalui udara, baik yang keluar dari hidung maupun mulut.

“Masa inkubasi (virus corona) seperti flu lainnya, kurang lebih satu minggu. Dan itu bisa muncul gejala yang sangat mematikan. Karena saluran nafas bisa menjadi bengkak. Ini yang bisa menimbulkan gagal nafas,” jelas Pudji.

Oleh sebab itu, Pudji mengimbau agar masyarakat senantiasa menjaga stamina tubuh. Selain itu juga menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar. Termasuk melakukan cuci tangan sebelum makan. “Kemudian ketika ada warga yang terserang flu, secepatnya disarankan untuk periksa ke dokter atau pusat kesehatan,” pungkasnya.

Reporter : Lufi Syailendra
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.