READING

Mengintip Antusiasnya Mahasiswa IAIN Kediri Belaja...

Mengintip Antusiasnya Mahasiswa IAIN Kediri Belajar Menulis di Jatimplus Goes to Campus

KEDIRI– Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri tampak antusias menatap layar proyektor. Mereka terlihat serius memperhatikan potongan video yang memperlihatkan fenomena perubahan lingkungan yang diputar dalam acara Jatimplus Goes to Campus (7/12).

Setidaknya ada tiga hal yang disampaikan dalam kelas menulis yang digelar di aula Fakultas Ushuluddin IAIN Kediri. Mulai dari pemahaman dasar tentang perubahan iklim, pengenalan bentuk-bentuk tulisan yang dimuat di kanal Jatimplus.ID, dan cara membuat tulisan dengan teknik jurnalistik yang benar dan menarik.

“Antusiasme para peserta sangat besar walaupun acara ini tidak ada hubungannya dengan kegiatan perkuliahan,” terang Sunarno, Dosen Psikologi Lingkungan, IAIN Kediri.

Menurutnya kegiatan Jatimplus Goes to Campus ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas mahasiswanya. Selain mendapat materi tentang perubahan iklim di kelas perkuliahan, anak-anak didiknya dilatih untuk bisa mengejawantahkan pemahamannya ke dalam fenomena yang terjadi di lingkungan.

“Setelah ini diharapkan anak-anak bisa semakin peka terhadap kondisi di lingkungan rumah masing-masing,” katanya.

Sunarno mencontohkan salah satu mahasiswanya yang tinggal di kaki Gunung Kelud. Lokasi tersebut pasti kaya bahan yang berkaitan dengan lingkungan. Dia bahkan menawarkan diri dengan senang hati untuk mendampingi para muridnya yang ingin mengeksplore kawasan tersebut bersama-sama.

Hasil pengamatan tersebut nantinya bisa dijabarkan dalam bentuk tulisan jurnalistik yang menarik dan layak baca. “Ini semua tidak bisa kita lakukan sehari saja. Makanya saya meminta kepada Mbak Titik (pemateri Jatimplus Goes to Campus, red) untuk mau merespon pertanyaan peserta di luar acara terkait dengan teknik-teknik menulis,” tegasnya.

Tidak hanya mendapat materi tentang teknik menulis dan melihat contoh-contoh tulisan saja. Titik Kartitiani selaku pemateri juga mengajak langsung para peserta untuk praktik menulis opini. Meski hanya dilaksanakan dalam rentang waktu 30 menit, hasil tulisan para peserta banyak yang menarik untuk dibahas.

Peserta acara Jatimplus Goes to Campus tengah mengerjakan tugas menuliskan opini tentang perubahan iklim. Foto: Jatimplus.ID/Dina Rosyidha.

“Para peserta memiliki pemahaman yang oke. Hasil tulisannya cukup bagus dan menarik. Sebagian bahkan unik-unik,” terang Titik Kartitiani, pemateri Jatimplus Goes to Campus.

Salah satu contoh tulisan yang cukup unik adalah “Perubahan Iklim sama dengan Kontroversi Hati”. Tulisan berbentuk opini ini menceritakan betapa galaunya warga Kota Kediri yang hingga Bulan Desember ini tidak sering didatangi rintik air hujan. Sangat berbeda dengan daerah lain yang sudah beberapa kali diguyur hujan deras.

“Saya belum memperhatikan isi keseluruhan tulisan. Tapi setidaknya judulnya cukup menggelitik pembaca untuk membaca isinya,” katanya.

Tidak hanya itu, para peserta kelas menulis juga sudah cukup jago menarik isu global perubahan iklim terhadap kondisi lokal. Seperti salah satu tulisan yang berjudul “Iklim Panas Berimbas Pada Sumur-Sumur IAIN yang Sat”. Memang masih perlu ada perbaikan kaidah-kaidah penulisan yang benar.

Namun secara garis besar, para peserta Jatimplus Goes to Campus sudah bisa memotret dampak perubahan iklim yang terjadi di sekitar mereka. Salah satunya kondisi sumur-sumur di kampus mereka yang mulai mengering.

Makanya pelaksanaan Jatimplus Goes to Campus ini tidak selesai dalam satu hari saja. Para peserta nantinya diminta untuk membuat grup dan membuat sebuah project menulis. Hasilnya nanti akan dievaluasi oleh Titik dan akan diberikan saran-saran yang membangun untuk memperbaiki kualitas tulisan.

“Untuk tulisan yang bagus, kita upload di kanal Jatimplus.ID,” tandasnya.

Untuk diketahui Jatimplus Goes to Campus merupakan salah satu program dari Jatimplus Academy. Selain melakukan roadshow di kampus, Jatimplus Academy juga memfasilitasi pelatihan penulisan company profile, press release, hingga creative writing. Ada pula kelas fotografi yang fokus pada fotografi jurnalistik dan dokumentasi event.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.