READING

Mengintip Asyiknya Eks ODGJ Membuat Keset

Mengintip Asyiknya Eks ODGJ Membuat Keset

KEDIRI – Jika Anda sering melintas di Jalan Basuki Rahmad, Kota Kediri mungkin Anda tidak akan asing dengan sosok ini. Perempuan paruh baya dengan pakaian seronok yang kerap berteriak di depan gedung Bank Indonesia. Dia tidak sungkan-sungkan menyapa para pengendara motor yang sedang menunggu traffic light.

Perempuan yang ditengarai menderita gangguan jiwa ini akrab dipanggil Rini. Namun kini sosok itu tidak ada lagi. Setelah ditelusuri, ternyata yang bersangkutan kini menjadi sehat kembali. Tidak lagi mengenakan rok mini dan bikini serta berambut merah burgundy. Sosok tersebut berubah menjadi orang normal, memakai setelan merah mudah dan wajah tertutup masker. Dia tidak lagi berteriak-teriak tidak jelas. Saat disapa, Rini pun menjawabnya dengan sadar dan nyambung. “Alhamdulillah baik,” begitu jawabnya saat ditanya kabar.

Dia tidak sendirian. Ada enam orang lainnya yang juga mengalami nasib yang sama yakni eks Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari tiga kecamatan di Kota Kediri. Mereka tampak sibuk membuat prakarya di kawasan kantor Dinas Sosial Kota Kediri. Ternyata mereka sedang mengikuti pelatihan membuat keset dari kain perca dengan didampingi tenaga terampil. Suasana pelatihan tampak menyenangkan. Bahkan salah satu peserta yakni Erna asal Kelurahan Tempurejo asyik menganyam perca sambil berdendang.

Luluk Nita Kumala, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Kediri mengungkapkan salah satu alasan diselenggarakannya kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberdayakan mantan ODGJ agar tetap produktif. Dia sengaja mengumpulkan para eks ODGJ yang sudah pulih untuk mengikuti berbagai kegiatan positif salah satunya pelatihan pembuatan keset.

“Daripada duduk termenung di rumah dan tidak ngapa-ngapain takutnya malah terpikir masalah sebelumnya sehingga memperburuk kondisinya,” imbuhnya.

Menurut Luluk, sebenarnya jumlah ODGJ di Kota Kediri total ada 577 orang. Namun tidak semuanya bisa diberikan pelatihan karena kondisi psikisnya masih labil dan belum sepenuhnya sembuh. “Hanya yang sudah stabil yang kami ikutkan pelatihan ini,” tandasnya.

Nantinya, hasil karya dari para mantan ODGJ ini dipasarkan ke lingkungan perkantoran pemerintah daerah, kantor kelurahan dan sebagainya. “Dari sana, harapannya hasil karya teman-teman ini dapat dikenal masyarakat. Bahkan kemarin sempat menerima pesanan yang cukup banyak dari kantor dewan, ” ungkap Luluk bersemangat.

Tidak hanya memberikan kesibukan, Luluk juga ingin mengembalikan peran para eks ODGJ ini sesuai dengan semestinya di masyarakat dengan memberinya keterampilan. Dengan demikian, stigma negatif di lingkungan masyarakat terhadap keberadaan para mantan ODGJ ini bisa dikurangi. “Penerimaan dari masyarakat ini pasti akan berpengaruh terhadap proses pemulihan kondisi psikologis mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Luluk juga berharap melalui kegiatan pemberdayaan ini bisa membantu perekonomian mereka apalagi ditengah-tengah pandemi seperti saat ini. Sehingga para eks ODGJ ini bisa hidup mandiri dan tidak bergantung secara finansial ke orang lain. “Ke depan kami juga akan memberikan pelatihan pemanfaatan barang-barang bekas dengan bekerjasama dengan guru ketrampilan di SMKN 3 Kediri, “pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.