READING

Mengintip Geliat Kampung Ikan Cupang di Kota Kedir...

Mengintip Geliat Kampung Ikan Cupang di Kota Kediri

KEDIRI- Melimpahnya kolam ikan di permukiman warga membuat Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mendapat julukan “Kampung Ikan”. Terutama jenis ikan cupang. Ikan warna warni dengan sirip yang berumbai rumbai.

Yang terbanyak memang membiarkan ikan merenangi air kolam. Namun tidak sedikit warga yang memakai akuarium mini serta botol mineral sebagai media pemeliharaan. Sedikitnya ada sekitar 200 peternak ikan yang terpusat di dua RW yakni RW 04-05.

“Kami berkecimpung di dunia ikan ini sudah berjalan sekitar 26 tahun,” tutur  Waluyo, ketua RW 05, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Waluyo bercerita, awalnya tidak banyak warga yang tertarik melakukan budidaya ikan.

Waluyo, peternak ikan cupang di kampung ikan Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. FOTO :JATIMPLUS.ID / Dina Rosyidha

Apalagi mereka bertempat di kawasan perkotaan padat penduduk, dimana tidak banyak lahan yang luas. Namun karena terbentur sempitnya lapangan kerja para pemuda kemudian memutar otak membuat usaha sendiri.

“Kita sering main ke pasar, terus lihat bisnis ikan cupang ini kok sepertinya bagus akhirnya kita coba,” urai pria yang juga menjadi ketua kelompok peternak ikan Karya Mina tersebut.

Ternyata pasar merespon positif. Banyak ikan cupang hasil budidaya warga Ketami yang diminati. Karena alasan itu ratusan peternak ikan cupang hingga kini memilih bertahan. Bahkan tidak sedikit peternak ikan yang kerap mengirim ikannya  sampai ke luar Pulau Jawa.

“Kita sering kirim ke Batam, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi juga. Setiap permintaan biasanya dua ribu hingga empat ribu ekor. Alhamdulillah kita bisa memenuhi permintaan tersebut,” beber pria 47 tahun tersebut.

Ikan-ikan yang dilempar ke pasar luar pulau memiliki standar tertentu, yakni  mulai jenis, umur, hingga ukuran. Sementara untuk pasar lokal, seperti Surabaya, Solo dan Bali, ikan-ikan dalam bentuk partai (grosiran).

“Jadi peternak sini (Ketami, red) tidak hanya fokus pada ikan untuk dijual saja, tetapi kita juga budidaya ikan untuk kontes dan perlombaan,” tambahnya.

Seiring berkembangnya media sosial, para peternak ikan dituntut  juga melek internet. Melalui jaringan online mereka mempromosikan dagangan ikannya ke banyak daerah.

“Ada banyak yang digemari seperti ikan cupang jenis Emerald, Fancy, Koi hingga Samurai, ”kata pria asli Ketami tersebut.

Adapun pembibitan dan pembesaran ikan cupang, bagi para peternak relatif mudah. Yang terpenting mengeti cara menangkal parasit yang mengganggu. Akibat gangguan hama ikan Waluyo mengaku  pernah bertubi tubi gagal panen selama setahun penuh.

Budidaya ikan cupang di kampung ikan Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. FOTO : JATIMPLUS.ID / Dina Rosyidha

Jamur membuat ikan cupangnya tidak layak jual. Dari pengalaman jatuh bangun diketahui jamur rentan menyerang saat musim dingin atau kemarau berangin.

“Kalau ikan tidak sehat biasanya terlihat dari warnanya berubah dan cenderung tenang. Kalau sehat, ikan cupang akan bersikap agresif dengan memekarkan sirip-siripnya ketika melihat ikan cupang lainnya, ”terangnya.

Semakin rendahnya angka gagal panen tidak lepas dari peran Dinas Pertanian Kota Kediri yang rutin memberi penyuluhan. Hal itu membuat peternak ikan semakin berpengalaman. “Sekarang sudah jarang yang merugi asalkan permintaan pasar stabil tidak turun, ”ujarnya.

Tingginya tingkat keberhasilan sampai sampai peternak dari berbagai daerah datang  ke Kota Kediri untuk belajar budidaya. Diantaranya dari Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya.

“ Hanya saja kita belum ada tenaga pengelola untuk wisata edukasinya. Jadi kita fokus ke produksi saja sekarang ini, ”tandasya.

Lurah Ketami Yeriastika mengatakan, pihak kelurahan sangat mendukung usaha budidaya ikan cupang yang dikembangkan para peternak ikan. Sejak tahun 2015, aspirasi kelompok peternak ikan selalu diakomodasi dan dipenuhi.

“Setiap musrenbang (musyawarah rencana pembangunan, red) kita selalu jaring aspirasi. Entah itu dibantu bibit, cacing atau seng untuk tempat budidaya,” katanya ketika ditemui di kantor kelurahan Senin (14/10).

Disisi lain, untuk kebutuhan pengembangan para kelompok peternak ikan juga getol mencari sumber pendanaan. Dana yang masuk bukan untuk kebutuhan perorangan, melainkan untuk mengelola kelompok ikan secara bersama-sama.

“Harapannya kelompok ikan Ketami bisa semakin eksis karena sekarang kan pangsa pasarnya konsisten sampai luar jawa. Semoga bisa mengangkat nama Kota Kediri sebagai sentra ikan cupang yang berkualitas, “katanya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Mas Garendi

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.