READING

Mengungkap Sosok di Balik Londo Kampung

Mengungkap Sosok di Balik Londo Kampung

SURABAYA – Londo Kampung begitu terkenal di dunia maya. Videonya yang diunggah di YouTube selalu kebanjiran pengunjung hingga menjadikannya selebritis. Siapa sebenarnya dia?

Londo Kampung adalah julukan yang dipakai Dave Japhcoot sebagai identitas di dunia maya. Pria asal Australia ini menarik perhatian publik lantaran aksinya yang kerap mengerjai orang. Siapapun akan tercengang saat melihat Dave berbicara menggunakan Bahasa Surabaya khas Suroboyoan dengan sangat fasih.

BACA JUGA Ini Alasan Warga Jatim Dukung Nurhadi Aldo

Salah satu video yang viral di Youtube adalah saat Dave mengerjai penjual es degan di salah satu sudut Kota Surabaya. Dengan penampilan fisiknya yang sangat sangat bule, Dave mendatangi penjual es degan dan berbicara menggunakan Bahasa Inggris. “Do you have coconut water,” tanyanya serius.

Alih-alih menjawab, pria paruh baya penjual es degan hanya memandang Dave dengan tatapan bingung. Mengetahui reaksi itu, Dave kembali mengulang pertanyannya hingga membuat penjual es degan memanggil temannya.

BACA JUGA Pemda Kediri Asuransikan Warganya Dengan Cukai Rokok

Celakanya, teman penjual es degan yang berusia lebih muda justru tak bisa berbahasa Inggris. Melalui isyarat tangan, dia terlihat tak tahu apa yang diminta Dave. Demikian pula seorang pembeli es degan lain yang ikut-ikutan bingung menyaksikan pemandangan itu.

Setelah membiarkan ketiga orang tadi bingung, Dave tiba-tiba mengambil telepon genggam dari sakunya. Dengan suara keras, dia berbicara dengan orang di ujung telepon. ” Gak onok degan nang kene,” katanya.

Percakapan itu kontan membuat ketiga pria di dalam warung terkejut. Penjual es degan bahkan tertawa menyaksikan si bule berbicara bahasa Suroboyoan dengan fasih. “Tibake iso boso Jowo,” sahutnya.

Seluruh kejadian itu direkam oleh Dave melalui kamera yang berada cukup jauh dari warung. Untuk memperjelas tangkapan suara, dia menggunakan bantuan microphone kecil. Video itu pun laris manis di Youtube.

Bagaimana Dave yang berkewarganegaraan Australia ini bisa fasih berbahasa Jawa?

Sejak usia dua tahun, sekitar tahun 1989, Dave Japhcoot diajak orang tuanya hijrah ke Indonesia. Kala itu sang ayah mendapat kesempatan kerja sebagai dosen di Surabaya. Di kota ini pula Dave dan kakaknya Nathan mengikuti program pendidikan home schooling. Di luar rumah, dia banyak berinteraksi dengan anak-anak sekitar.

“Banyak sekali kenangan main bersama anak-anak kampung dan mempelajari bahasa mereka sambil mencoba permainan-permainan tradisional. Mulai dari pate lele, kelereng, layangan, keong, dolip-dolipan dan banyak lainnya,” katanya saat diwawancara wanitaindonesia.co.id.

Tak disangka, masa-masa itulah yang membuat Dave jatuh cinta kepada Indonesia. Bahkan ketika keluarganya harus kembali ke kampung halaman di Australia, Dave memutuskan tetap tinggal. Dia merasa lebih nyaman di Surabaya daripada di Melbourne.

Bahkan selera asmaranya juga tertambat pada Santi, perempuan Surabaya yang dikenalnya sejak kanak-kanak. Dave mengklaim Santi-lah yang lebih dulu menyukainya. Hingga kemudian keduanya mengikat tali pernikahan hingga dikaruniai buah hati.

Kini di sela kesibukannya mengajar, Dave masih memproduksi video lucu yang diunggah di Youtube. Memanfaatkan tampilan fisiknya yang bule, Dave menikmati menggoda orang-orang dengan bahasa Jawanya yang medok. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.