READING

Mengurus KTP Elektronik Kini Lebih Mudah

Mengurus KTP Elektronik Kini Lebih Mudah

Siapa bilang mengurus e-KTP susah. Faktanya mudah sekali gaes.

KEDIRI – Beredarnya data Kartu Tanda Penduduk Elektronik dan Kartu Keluarga di duna maya tak menggugurkan kewajiban kita untuk memiliki. Sayangnya hingga kini masih banyak yang kebingungan dalam membuat dokumen tersebut.

Pembuatan atau pengurusan KTP elektronik (e-KTP) bagi warga negara Indonesia diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 96 tahun 2018. Pasal 15 Perpres tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil menyebutkan jika penerbitan e-KTP wajib bagi setiap penduduk berusia 17 tahun, sudah kawin, atau pernah kawin dan memiliki Kartu Keluarga.

Peluncuran e-KTP yang menggantikan KTP lama sebenarnya cukup membantu warga negara dalam membuat dokumen kependudukan. Jika dulu pengurusan KTP harus dilakukan setiap lima tahun sekali, kini berlaku seumur hidup.

Dengan memiliki e-KTP, kamu bisa membuat kartu tanda pengenal lain seperti paspor dan Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai bukti registrasi dan identifikasi oleh petugas Polri. Dengan memiliki KTP, kamu telah dianggap memenuhi syarat administrasi serta sehat jasmani dan rohani dalam mengemudikan kendaraan. Ini berarti kamu harus terlebih dulu memiliki KTP sebelum mengurus SIM atau paspor.

Meski penting, namun masih banyak yang belum tahu bagaimana mengurus KTP elektronik. Padahal prosedur dan persyaratannya sangat mudah.

Langkah pertama dalam mengurus e-KTP bagi kamu yang telah memenuhi syarat adalah memfoto copy Kartu Keluarga (KK) yang mencantumkan identitasmu. Kamu bisa meminjam KK orang tuamu untuk pengurusan ini. Untuk berjaga-jaga, lebih baik memfoto copy lebih dari satu lembar.

Setelah memegang foto copy KK, kamu bisa langsung membawanya ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Tak perlu lagi meminta surat pengantar kepada RT, RW, kelurahan, dan kecamatan. Begitu tiba di kantor Dispendukcapil, jangan malu untuk bertanya kepada petugas customer service ke loket mana kamu harus mengantre.

Setelah mendapat giliran, petugas akan melakukan verifikasi data penduduk berdasarkan data yang tercatat pada Kartu Keluarga yang kamu bawa. Setelah dinyatakan sesuai, kamu akan dibawa ke ruang pemotretan untuk pengambilan foto secara digital. Untuk itu jangan lupa mengenakan kemeja yang rapi karena fotomu akan terpajang seumur hidup.

Penggunaan latar belakang foto atau warna background dibedakan berdasarkan tahun lahir kamu. Misalnya, seseorang yang lahir di tahun genap akan mendapat background foto warna biru. Sementara yang lahir di tahun ganjil akan menggunakan background warna merah.

Setelah menjalani pemotretan, kamu akan diminta membubuhkan tanda tangan pada alat perekam elektronik. Upayakan tanda tangan yang kamu bubuhkan tidak berubah-ubah karena akan menjadi acuan verifikasi yang lain.

Tak hanya tanda tangan dan foto, kamu akan diminta melakukan perekaman sidik jari tangan, yakni ibu jari. Selanjutnya petugas juga akan merekam iris mata kamu atau retina mengunakan mesin scanner. Perekaman mata ini adalah bagian akhir proses pembuatan e-KTP baru.

Menurut ketentuan yang ditetapkan pemerintah, pengurusan ini paling lama hingga 14 hari. Sejauh ini petugas Dispendukcapil selalu bisa memenuhi tengat waktu tersebut, kecuali dalam kondisi mendesak seperti kerusakan mesin atau sistem.

Kamu akan diminta kembali ke kantor Dispencukcapil untuk melakukan pengambilan sesuai waktu yang telah diberitahukan. Cukup mudah bukan.

Print Friendly, PDF & Email

Hari Tri Wasono

Freelance journalist | Press freedom is ur freedom

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.