READING

Menu Buka Puasa yang Tak Biasa : Kolak Ayam

Menu Buka Puasa yang Tak Biasa : Kolak Ayam

GRESIK – Kolak adalah salah satu menu favorit berbuka puasa. Di tempat para penjual takjil, kolak mudah didapat. Namun ada satu jenis kolak yang kemunculannya cuma sekali saja selama Ramadhan, yaitu kolak ayam. Itu pun tak di sembarang tempat.

Ramadhan hari ke-22 adalah hari yang berbeda di Desa Gumeno Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Pada pagi saat tanggal itu, pelataran Masjid Jamik Sunan Dalem yang biasanya tenang, akan terlihat ramai oleh aktifitas warga. Sejumlah orang merajang daun bawang. Di titik yang berbeda ada yang sibuk mengupas butiran kelapa kemudian memarut lantas memerasnya menjadi santan. Tak hanya daun bawang, bongkahan gula merah juga telihat menumpuk. Tak jauh dari situ, asap mengepul dari tungku kayu. Tumpukan ayam sedang direbus hingga matang.  

Tak  seorang perempuan pun yang membantu, karena memang tak diperkenankan terlibat. Semua pekerjaan dilakukan oleh laki-laki dari mengolah bahan sampai membagikannya kepada warga di dalam masjid menjelang saat berbuka puasa.

Seorang warga Desa Gumeno tengah mempersiapkan kolak ayam sebelum dibagikan kepada warga menjelang saat berbuka puasa. FOTO: Anggun Dwi Putri Pratiwi

Kolak ayam bukan sekadar makanan biasa. Dalam buku Kolak Ayam Desa Gumeno yang disusun oleh KH. Muchtar Asy’ari pada tahun 2004 disebutkan kolak ayam dibuat pertama kali pada tahun 1451 M.

Alkisah, Sunan Dalem yang merupakan putra kedua dari Sunan Giri menderita sakit setelah mendirikan perkampungan awal di sebelah utara masjid.  Berbagai macam pengobatan sudah dicoba namun tak kunjung mendapatkan hasil. Pada suatu malam Sunan Dalem mendapatkan petunjuk dari Allah melalui mimpi untuk mengobati sakitnya. Bahan untuk obat itu berupa ayam jantan, kelapa, daun bawang dan gula merah serta jintan.

Esoknya, Sunan Dalem meminta pada penduduk laki-laki  membawa bahan-bahan yang dimaksud untuk dibawa ke masjid.  Sejumlah bahan itu  kemudian oleh Sunan Dalem bersama-sama dengan penduduk diolah menjadi makanan. Setelah mengonsumsi masakan hasil racikan, Sunan Dalem kemudian sembuh dari sakitnya.

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 22 bulan Ramadhan itu kemudian dilestarikan hingga kini sesuai dengan dawuh Sunan Dalem. Menurut catatan, tahun 2019 ini adalah untuk yang 568 kalinya masyarakat Desa Gumeno membuat kolak ayam atau yang disebut juga dengan sanggring.

Warga Desa Gumeno Gresik menerima pembagian takjil kolak ayam di dalam Masjid Sunan Dalem menjelang berbuka puasa. FOTO: Anggun Dwi Putri Pratiwi

Menjelang Maghrib penduduk Gumeno datang memenuhi masjid untuk mendapatkan pembagian takjil yang hanya bisa dinikmati cuma sekali dalam bulan Ramadhan. Di dalam masjid yang dibangun tahun 1451 M oleh Sunan Dalem bersama Sunan Ampel dan sekarang sudah direnovasi itu, saat adzan berkumandang, kolak ayam akan disantap bersama-sama berteman dengan nasi atau ketan    

Cara membuat kolak ayam atau sanggring

Bagi yang penasaran tentang kolak ayam begini cara membuatnya. Komposisi bumbu untuk satu ekor ayam dibutuhkan daun bawang 2 kg, gula merah seberat 2 kg, dua butir kelapa dan 1 ons jintan.

Daging ayam kampung yang telah masak disuwir-suwir. Suwiran daging ayam itu direbus bersama potongan daun bawang. Lalu santan dituangkan ke dalamnya. Gula merah menyusul kemudian setelah larutan terlihat mendidih. Yang terakhir dicampurkan adalah jintan yang sudah dihaluskan. Setelah beberapa saat kolak ayam sudah siap dihidangkan. Mau mencoba?  (Prasto Wardoyo)    

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.