READING

Menunggang Bahaya di Punggung Naga Gunung Piramid ...

Menunggang Bahaya di Punggung Naga Gunung Piramid Bondowoso

BONDOWOSO – Sekitar 5 menit menuruni dinding selatan tebing, Wahyu Eko Prasetyo melapor kepada Iwan Nirwana kalau dia mencium bau mencurigakan. Eko yang menuruni tebing dengan cara rappelling, terus bergerak ke bawah. 25 menit kemudian, Eko meniupkan peluit sebanyak tiga kali disusul kumandang adzan, tanda komunikasi lapangan Wanadri, bahwa korban berhasil ditemukan namun dalam keadaan sudah meninggal. Pada Jumat (5/7) itu sekitar pukul 15.30 jenazah Thoriq Rizki Maulidan ditemukan tersangkut di pepohonan yang tumbuh di lokasi pada kedalaman sekitar 75 meter dari atas jalur utama. Jalur yang dikenal sebagai punggung naga ini adalah jalur menuju puncak Gunung Piramid.

Thoriq mendaki Gunung Piramid bersama tiga orang kawannya dan dilaporkan hilang pada Minggu, 23 Juni 2019. Operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan ratusan relawan gabungan dari berbagai elemen seperti Polri, TNI, Mapala, Pramuka dan beberapa elemen lainnya termasuk Wanadri. Upaya tim dalam melakukan pencarian ini belum membuahkan hasil sampai dihentikan seminggu kemudian.

Sehari setelah operasi pencarian dihentikan pada hari Minggu (30/6), Iwan Nirwana bersama tiga anggota Wanadri lainnya tiba dari Bandung menuju ke lokasi. Sebelumnya, ada lima anggota Wanadri yang berdomisi di Jawa Timur sudah bergabung dalam operasi pencarian. Berbekal laporan awal dari anggota, Iwan Nirwana bersama seorang relawan pada Kamis (4/7) menghadap Wakapolres Bondowoso Kompol David Subagio, selaku pemimpin operasi, agar diizinkan melanjutkan pencarian. Setelah mendapatkan lampu hijau, operasi pencarian dilanjutkan kembali. Wahyu Eko Prasetyo dari Wanadri, ditunjuk sebagai ketua tim dan melibatkan anggota dari tim gabungan.

Dari laporan anggota yang ikut dalam pencarian sebelumnya, diduga kuat korban jatuh pada jalur yang disebut lintasan punggung naga. “Di titik itu terlihat ada ranting yang patah,” kata Wang panggilan akrab Iwan Nirwana kepada Jatimplus.ID . Jalur ini sempit dan tipis. Sebuah lintasan yang mengarah ke puncak Gunung Piramid. Sementara di kiri kanannya terdapat jurang menganga.

Menghadapi medan dengan tebing memiliki kemiringan sekitar 75 derajad hingga 90 derajat ini, tim meminta bantuan tambahan peralatan kepada Batalyon Raider 514 Bondowoso untuk melakukan vertical rescue. Peralatan panjat seperti tali karmantel, carabiner, figure eight, jumar dan sejumlah peralatan panjat lainnya sangat dibutuhkan dalam sebuah operasi dengan medan yang sulit.

Hari Jum’at pagi (5/7) sebagian anggota tim bergerak ke atas. Sebagian lainnya menyusuri lintasan di bawahnya. Pada titik yang diduga sebagai tempat terjatuhnya korban, tim menyiapkan peralatan dan memasang tali pada bidang yang dijadikan tambatan. Setelah tali terpasang, Eko lantas bergerak turun dengan tekhnik rappelling ke sisi utara tebing. Beberapa lama turun ke bawah, Eko tak menumkan tanda-tanda keberadaan korban hilang.

Salah seorang anggota tim rescue bersiap menuruni tebing di jalur utama punggung naga. Dok. Wanadri.

Sebelum operasi dilaksanakan, sudah ditetapkan bahwa untuk menjaga keselamatan tim, batas waktu pencarian adalah sampai pada jam 3 sore. Menjelang batas waktu itu, Eko sudah kembali naik ke atas. Dugaan kuat bahwa korban tergelincir di tempat ini, mendorong Wang mengusulkan kepada Eko untuk memperpanjang durasi pencarian. Eko pun setuju. Utas tali yang sebelumnya menjulur di sisi utara tebing lalu dipindah ke sisi selatan tanpa mengubah titik tambatan. Eko perlahan bergerak turun dan lima menit kemudian bau tak sedap yang diduga berasal dari korban sampai ke indera penciumannya.

Evakuasi terhadap jenazah korban Thoriq Rizki Maulidan warga Desa Sukowiryo Bondowoso baru dilakukan pada keesokan hariny Sabtu tanggal 6 Juli 2019. Evakuasi jenazah remaja yang baru lulus dari bangku SMP ini dimulai sejak pagi dan baru berhasil diturunkan sampai ke bawah pada sore hari.

Hamparan indah yang diintai petaka

Bahayanya lintasan punggung naga di Gunung Piramid Bondowoso ini diakui oleh Adi Susanto, fotografer lepas. Pria berusia 30 tahun ini pernah sekali melakukan pendakian ke sana. “Saya jalannya pas malam hari, jadi biasa saja. Namun begitu terang tanah melihat jalurnya sempit dengan batuan lepas dan di kiri kanan adalah jurang, saya merasa ngeri,” tuturnya pada Jatimplus.ID. Bentang alam yang indah dan tempat ideal menikmati matahari terbit, membuat pengunjung tergoda untuk mendaki hingga puncak. Padahal, untuk menuju puncak yang memiliki ketinggian sekitar 1.500 mdpl itu, para pendaki harus melewati jalur punggung naga yang berbahaya itu.

Penilaian yang sama diberikan oleh Wang. Menurutnya, untuk mendaki Gunung Piramid memang dibutuhkan perlengkapan pendakian yang memadai dan pengetahuan tentang gunung. Jika memang dipersiapkan sebagai destinasi wisata, pada jalur yang beberapa ruasnya memiliki tanjakan 50 hingga 60 derajat itu harus dipasang pengaman di sepanjang lintasan. Namun mengingat tingkat bahayanya, Wang menyarankan pengunjung untuk tak naik sampai ke atas. “Pemandangan dari bawah punggung naga juga sudah terlihat indah kok,” dalih Wang.  

Belajar dari peristiwa tragis yang menimpa Thoriq, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso Kukuh Triatmoko menyampaikan kepada Jatimplus.ID adanya tiga poin yang disepakati dalam pertemuan antarpihak. Pihak dimaksud di antaranya adalah BPBD Kabupaten Bondowoso, Perhutani, Dinas Pariwisata dan Humas Kabupaten Bondowoso serta pihak terkait lainnya.   

Hasil pertemuan itu menyepakati Gunung Piramid tidak direkomendasikan sebagai tempat pariwisata. Yang kedua adalah akan memasang portal dan menempatkan penjaga di situ untuk mencegah pengunjung melanjutkan pendakian menuju puncak. Dan yang  terakhir adalah membuat aturan tentang kualifikasi pendaki yang diperbolehkan menapak sampai puncak bukit yang dari jauh terlihat seperti piramid itu. (Prasto Wardoyo)

print

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.