READING

Menyelamatkan Air Bersih di Lereng Gunung Kelud

Menyelamatkan Air Bersih di Lereng Gunung Kelud

Selama bertahun-tahun warga lereng Gunung Kelud mengandalkan kebutuhan air dari tandon Damarwulan. Jika tak dirawat, sebanyak 2.822 kepala keluarga terancam krisis air.

KEDIRI – Pagi belum merekah saat puluhan anggota Komando Distrik Militer 0809 Kediri mencapai lereng Gunung Kelud. Alih-alih membawa senjata, personil TNI ini justru mengusung peralatan instalasi air untuk memperbaiki tandon Damarwulan di Desa Puncu, Kabupaten Kediri.

Sejak beberapa waktu terakhir kondisi saluran dan tandon air itu rusak akibat pergantian cuaca yang ekstrim. Selain mengurangi debit air yang mengalir, kualitas air yang diterima warga juga buruk. Tandon ini memenuhi kebutuhan air warga di tujuh dusun lereng Gunung Kelud. Mereka tersebar di Dusun Laharpang, Sukomoro, Puncu, Pugeran, dan Margomulyo. Selain itu, tandon air juga mengaliri warga di Dusun Satak dan Yani, Desa Satak yang berdekatan dengan Puncu.

“Kehadiran personil Kodim 0809 ke sana untuk memperbaiki saluran air dan tandon agar bisa berfungsi maksimal. Ada 2.822 kepala keluarga yang menggantungkan kebutuhan air di sini,” kata Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Rabu 15 Januari 2020.

Kehadiran para prajurit ini tak sendiri. Personil PTPN XII yang memangku wilayah hutan dan tim PT Gudang Garam Tbk. turut membantu. Bersama masyarakat setempat, mereka bahu membahu mengganti infrastruktur saluran air dan tandon yang rusak.

Lokasi tandon air yang diperbaiki cukup tinggi. Berada di kawasan perkebunan kopi yang dikelola PTPN XII, tandon air itu terlihat tak layak dan memerlukan revitalisasi. Rusaknya tandon itu membuat pasokan air yang mengalir ke rumah warga terganggu. “Selain airnya kecil, warnanya juga tak begitu jernih,” kata Sumarno, warga setempat.

Upaya merawat sumber air dan infrastruktur tandon selama ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Tandon itu terhubung dengan dua pipa besi yang menyalurkan air ke rumah penduduk. Jika rusak, pasokan air bersih ke rumah mereka akan terancam.

Keberadaan sumber dan tandon air Damarwulan ini sangat vital. Sebab warga dihadapkan pada pilihan menggali sumur sedalam 126 meter jika sumber itu rusak. Ini lantaran lokasi pemukiman yang berada di dataran tinggi. “Biayanya juga pasti sangat mahal,” tambah Sumarno.

Tingginya kebutuhan air dari sumber itu pula yang membuat kesadaran warga untuk menjaga lingkungan tumbuh. Tanpa diminta, mereka akan ikut mengawal lokasi hutan agar tak menjadi sasaran penjarahan hutan. Sebab selain mengancam sumber air, penjarahan hutan bisa berdampak serius pada terjadinya bencana alam.  

Public Relation (PR) Manager PT Gudang Garam Tbk. Kediri, Iwhan Tri Cahyono memastikan perusahaannya memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Karena itulah PT Gudang Garam Tbk. tergerak mengambil peran dalam upaya merawat sumber air Damarwulan agar bisa dimanfaatkan warga. “Perusahaan kami sudah beberapa kali terlibat program revitalisasi air bersih di sini,” katanya.

Dengan diperbaikinya sarana air bersih ini, Iwhan berharap masyarakat di lereng Gunung Kelud tak lagi mengalami kesulitan air. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.