READING

Meski Jadi Kota Tahu, Jangan Lupa Konsumsi Ikan

Meski Jadi Kota Tahu, Jangan Lupa Konsumsi Ikan

KEDIRI – Menjaga pola makan yang sehat merupakan hal sangat penting di tengah wabah corona. Selain sayur dan buah, jangan lupakan ikan. Tidak banyak masyarakat yang mengonsumsinya. Padahal ada banyak kandungan gizi di dalamnya. Selain itu, ikan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan bahan makanan lainnya.

Pertama, ikan memiliki kandungan protein yang tinggi dan paling mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, daging ikan juga mengandung omega 3 dan kalsium yang tinggi sehingga yang sangat efektif menunjang pertumbuhan anak. Penuturan ini disampaikan Arumi Bachsin, ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur dalam kunjungannya ke Kota Kediri Rabu (01/07).

“Ikan menjadi salah satu solusi untuk anak-anak keluar dari garis stunting,” terangnya.

Kedua, ikan memiliki berbagai macam varian. Ada ikan semar, tongkol, gurami, nila, dan berbagai jenis lainnya. Harganya pun cukup variatif. Mulai dari harga yang murah sampai dengan harga yang mahal. “Ikan bergizi itu tidak selalu mahal. Ikan yang murah tidak boleh diremehkan kandungan gizinya,” tambahnya saat berada di Balai Penyuluh Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri.

Arumi sendiri cukup terkejut dengan tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri. Dari yang sebelumnya berada di peringkat paling bawah pada tahun 2012, kini semakin meningkat. Padahal Kota Tahu jauh dari laut sehingga semakin sedikit varian ikan yang bisa dikonsumsi. Selain itu harganya relatif lebih mahal dibandingkan di daerah pesisir.

“Wajar sebenarnya karena jauh dari sumber ikan. Tapi jangan lupa ada ikan air tawar. Jadi konsumsi ikan tetap harus tinggi,” tegasnya.

Arumi mengingatkan agar masyarakat terus mengonsumsi ikan. Apalagi di tengah kondisi wabah seperti ini membuat tubuh harus lebih sehat. Terutama untuk para lansia. Konsumsi protein dari daging merah pasti menimbulkan efek tersendiri karena kandungan lemak di dalamnya. Makanya ikan menjadi solusi terbaik para lansia untuk tetap memenuhi asupan protein ke dalam tubuh.

 “Saya tahu vaksin Covid-19 belum ada, jadi lebih baik menjaga kondisi tubuh agar terus sehat dengan makan makanan yang bergizi.

Sambil berkampanye makan ikan, Arumi juga menyerahkan paket bantuan ikan kepada 150 balita stunting dan warga kurang mampu. Isinya berupa ikan sarden 2 kaleng, tuna kaleng 2 buah, 5 kg olahan ikan beku. Ada pula ikan nila dan gurami masing-masing 1 kg, dan masker kain 3 buah. Dua ikan terakhir di beli langsung dari petani lokal Kota Kediri agar mereka mendapatkan pemasukan.

Sementara itu Ketua Forikan Kota Kediri, Ferry Silviana merasa senang kini semakin banyak warga Kota Kediri yang mengonsumsi ikan. Peningkatan ini terjadi sejak 2015 dan berlangsung hingga saat ini. Perempuan yang akrab disapa Bunda Fey ini masih akan terus mengajak masyarakat agar tidak enggan mengonsumsi ikan terutama saat pandemi.

“Masih banyak balita-balita di Kota Kediri yang butuh konsumsi ikan. Jangan sampai pamornya kalah dengan konsumsi tahu,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.