READING

Mie Instan Adalah Junk Food. Benarkah?

Mie Instan Adalah Junk Food. Benarkah?

Sampai saat ini masih banyak orang yang merasa berdosa setelah mengonsumsi satu bungkus mie instan. Hal ini dikarenakan mie lengkap bumbu cepat saji dikenal sebagai makanan sampah yang penuh dengan ancaman kesehatan. Mulai dari malnutrisi hingga tingginya zat pengawet di dalamnya.

Padahal makanan satu ini menjadi makanan favorit banyak orang. Selain rasanya yang menggugah selera, mie instan juga bisa menjadi penyelamat perut-perut para perantau yang sedang mengalami keterbatasan finansial. Merunut dari beberapa sumber, berikut beberapa mitos yang seringkali dipercaya saat mengonsumsi mie instan.

Mie instan diawetkan menggunakan lilin

Hal ini tidak benar karena mie instan diawetkan menggunakan proses deep frying yang menurunkan kadar air pada mie hingga kurang dari lima persen. Cara ini dinilai ampuh untuk menekan jumlah bakteri pembusuk yang membuat produk cepat rusak. Sesuai namanya, proses ini menggunakan minyak goreng. Makanya jika kita merebus mie, ada sedikit minyak pada air rebusannya.

Air rebusan mie harus dibuang

Banyak para ahli pangan yang menyayangkan kepercayaan ini. Pasalnya kandungan vitamin dan mineral dalam mie justru ada di air rebusan ini. Jangan salah, pembuatan mie instan juga melalui proses fortifikasi atau penambahan zat gizi tertentu pada makanan olahan. Jika air rebusan dibuang, justru kandungan gizi pada mie instan sepenuhnya hilang. Kebiasaan membuang air rebusan mie ini justru semakin membuat mie instan benar-benar menjadi junk food karena tidak ada kandungan gizi sama sekali di dalamnya.

MSG di dalam mie berbahaya dan bisa membuat otak bodoh

Masih ingat dengan istilah generasi micin? Generasi yang dianggap berpikiran pendek karena terlalu banyak mengonsumsi MSG. Terlepas dari istilah receh tersebut, zat penguat rasa ini dari dulu paling ditakuti karena bisa memberikan dampak buruk secara langsung untuk kesehatan. Padahal faktanya MSG hanyalah garam dengan kandungan protein glutamat.

Protein ini berperan sebagai neurotransmitter pada otak yang berfungsi untuk menjaga kemampuan mengingat lebih baik. Penjelasan ini dimuat dalam sebuah jurnal Glutamate Transporter in Neurologic Disease di Nastional Library of Medicine. Di sisi lain, belum ada bukti ilmiah efek MSG terhadap timbulnya penyakit atau menurunnya kualitas IQ seseorang.

Mie Instan adalah makanan malnutrisi

Pada dasarnya tidak ada satu jenis makanan yang gizinya seimbang. Semua bahan makanan memiliki zat gizi yang berbeda-beda dan masing-masing hanya memiliki satu zat yang dominan. Makanya ketika makan, kita disarankan untuk memenuhi proporsi empat sehat lima sempurna.

Begitu pula dengan mie instan. Mie sendiri adalah makanan dengan kandungan karbohidrat. Maka jika ingin mendapatkan gizi seimbang, jangan mengonsumsi mie bersama dengan nasi seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Sajikan mie sesuai dengan gambar yang ada di bagian depan bungkus mie. Mulai dari potongan ayam atau telur rebus lengkap dengan sepotong sayuran.

Jangan lupa untuk meminum air putih sebagai pendamping saat makan mie instan. Hal ini ditujukan untuk menetralkan kandungan garam pekat dalam darah setelah mengonsumsi mie. Tidak hanya setelah mengonsumsi mie saja, setiap selesai makan usahakan untuk meminum air putih saja agar ginjal dan pankreas lebih terjaga kesehatannya.

Jika masih terlalu paranoid dengan keberadaan bumbu mie yang terlalu gurih, kita bisa mengurangi penggunaannya dengan menyisakan bumbu yang disediakan di setiap bungkusnya. Kita bisa menggantinya dengan tambahan garam dan potongan bawang putih agar rasanya tetap nikmat.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.