READING

Mumpung Masih Wabah, Buruan Menikah!

Mumpung Masih Wabah, Buruan Menikah!

Belum lama ini kita dikejutkan dengan adanya klaster baru penderita COVID-19 berasal dari pesta pernikahan di Semarang. Acara yang seharusnya diwarnai suka cita justru berujung pada duka. Menikah di tengah wabah sebenarnya bukanlah hal yang salah. Yang perlu dievaluasi adalah prosesnya yang mungkin menyalahi protokol kesehatan sehingga menjadi pusat penyebaran virus.

Justru kondisi wabah seperti ini bisa menjadi momentum yang tepat untuk menikah. Aturan ketat terkait social distancing bisa menjadi alasan agar kita tidak perlu menyelenggarakan pesta pernikahan. Karena selama ini pesta pernikahan selalu menjadi sumber stress para calon pengantin. Baik dari segi finansial, persiapan teknisnya, hingga tekanan psikis selama dan seusai pesta.

Makanya keberadaan wabah ini justru bisa menjadi alasan paling logis untuk tidak menyelenggarakan pesta. Dan pastinya bisa meredam berbagai jenis prasangka dan komentar miring dari tetangga ketika kita “menikah diam-diam”. Berikut beberapa manfaat positif menikah tanpa pesta, dikutip dari fustany.com.

Tidak perlu stress menjelang pernikahan

Banyak calon mempelai yang mengalami stress menjelang pernikahannya. Biasanya dikarenakan proses persiapan yang sangat menguras tenaga, pikiran, dan uang. Mereka harus sibuk memilih vendor, memilih waktu dan tempat acara, konsep, hingga siapa saja yang diundang. Tidak jarang perbedaan pandangan dan konsep pesta bisa menjadi pemicu awal kerenggangan hubungan dari pasangan itu sendiri. Apalagi jika harus berhutang untuk melaksanakannya.

Belum lagi ketika telah dilaksanakan, ada banyak komentar yang dilontarkan dari para tamu undangan. Make-up pengantin yang kurang on point, gaun yang kurang cantik, hingga makanan yang kurang lezat bagi mereka. Sebagian rekan dan kenalan mungkin ada yang protes karena tidak diundang. Hal ini jelas menjadi beban moral tersendiri bagi keluarga mempelai.

Tidak hanya masalah finansial dan teknis saja yang bisa menjadi sumber stress. Orang dengan kecemasan sosial juga bisa merasa tertekan hanya karena bertemu banyak orang dan menjadi pusat perhatian. Jadi gunakanlah alasan sedang wabah agar Anda bisa menikah tanpa menyelenggarakan pesta.

Anda bisa fokus dan merasa nyaman

Tidak peduli Anda adalah orang yang memiliki kecemasan sosial atau tidak, pesta pernikahan selalu membuat stress. Dengan tidak mengadakan pesta pernikahan, Anda bisa fokus pada pasangan Anda dan bisa menikmati setiap proses pernikahan itu sendiri.

Tidak banyak tenaga yang harus dikeluarkan untuk menggelar pesta. Anda bisa menggunakan energi Anda untuk bercengkerama dengan keluarga dekat. Pelaksanaan prosesi yang intim dan takzim ini justru bisa menjadi sebuah kenangan manis yang tidak akan mudah terlupakan.

Bisa memilih model baju pengantin sesuai keinginan

Anda tidak perlu memikirkan pandangan orang lain terhadap gaun pernikahan yang Anda kenakan. Anda bisa merealisasikan konsep pernikahan yang unik dan menjadi idaman Anda tanpa harus terbebani oleh stereo type yang dibangun di masyarakat. Anda bisa mengenakan pakaian bertema kasual, tradisional, vintage, gothic, fairy tale, dan tema lainnya sesuai dengan keinginan Anda.

Anda bisa menyimpan lebih banyak uang

Kebanyakan orang justru berfokus pada pesta pernikahan. Mereka bahkan merelakan untuk berhutang di bank demi bisa menyelenggarakan pesta yang mewah. Padahal ada banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi setelahnya. Seperti biaya sewa rumah, furniture, hingga uang belanja bulanan. Dengan tidak menyelenggarakan pernikahan, Anda bisa menghemat banyak uang dan mengalokasikannya pada pos yang lebih diperlukan.

Modern dan keren

Menikah tanpa pesta atau dengan pesta kecil justru menjadi idaman para publik figur dan tokoh besar. Mereka biasanya memilih lokasi pesta yang jauh dari pusat keramaian seperti Bali, daerah puncak di Bandung maupun Bogor. Mereka juga hanya mengundang orang-orang tertentu saja. Hal ini ditujukan agar pesta pernikahan bisa berlangsung lebih intim dan berkesan.

Makanya jangan minder jika Anda tidak menyelenggarakan pesta pernikahan yang mewah. Karena hal tersebut sudah cukup lazim dilakukan. Bahkan kini mulai menjadi life style kaum milenial demi menghadapi tuntutan biaya hidup yang semakin mahal.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.