READING

Musim Banjir, Waspadai Bakteri Yang Dibawa Hewan I...

Musim Banjir, Waspadai Bakteri Yang Dibawa Hewan Ini

KEDIRI – Banjir yang kerap terjadi di musim hujan selalu meninggalkan genangan. Inilah awal munculnya ancaman bakteri Leptospira Interrogans. Apa itu?

Bakteri Leptospira Interrogans adalah bakteri yang bisa menyerang manusia melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine atau darah hewan yang terjangkit. Biasanya bakteri ini terbawa oleh anjing, tikus, sapi, dan babi. “Gejala Leptospirosis awal adalah mual, muntah, meriang, sakit kepala, dan nyeri otot,” terang Hendik Suprianto, Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Kediri kepada Jatimplus.ID, Jumat 3 Januari 2020.

Selan itu, penderita juga kadang merasakan sakit perut, diare, demam, dan ruam. Hendik menambahkan jika gejala tersebut akan muncul atau dirasakan penderita dalam kurun dua minggu hingga satu bulan setelah terinfeksi.

baca juga: 10 Kecamatan Diterjang Banjir, Bupati Trenggalek Bagi Nasi dan Roti

Jika daya tahan bagus, penderita bisa sembuh dengan sendirinya dalam satu minggu. Dengan catatan imunitas yang ada di tubuhnya cukup kuat. Namun jika daya tahan tubuhnya lemah, penderita akan menunjukkan gejala tahap dua (Weil), berupa nyeri dada, tangan dan kaki bengkak.

Jika tidak segera ditangani, di tahap kedua ini bakteri bisa menyerang organ tubuh yang lebih vital lagi. Mulai dari gangguan paru-paru yang ditunjukkan dengan nafas pendek dan batuk berdarah, gagal ginjal, meningitis pada otak, hingga gagal jantung. “Jika mulai merasakan hal tidak enak pada tubuh, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat,” kata Hendik.

Pada umumnya, penyakit ini diderita oleh orang-orang yang sering bekerja di luar ruangan dan bersentuhan langsung dengan air dan tanah. Seperti petani, peternak, petugas pembersih selokan atau saluran pembuangan. Bisa juga masyarakat yang menetap di lingkungan dengan sanitasi buruk.

Baca juga: Dampak Banjir Madiun Luar Biasa

Hendik menjelaskan, cara paling efektif menghindari serangan penyakit Leptospirosis adalah menghindari air yang terkontaminasi, serta memastikan kebersihan air sebelum mengkonsumsi. Jika ada, lebih baik gunakan sepatu boot untuk menghindari kontak langsung dengan air kotor. Atau bisa langsung mencuci tangan dan kaki menggunakan air bersih setelah bersentuhan dengan genangan air kotor.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah menjauhi binatang yang rentan terinfeksi, terutama tikus liar. Sebab di saat banjir, hewan pengerat ini cukup banyak berkeliaran di pemukiman penduduk. “Selalu bawa disinfektan, dan tutup luka di kulit agar tidak terpapar air yang terkontaminasi,” pesan Hendik.

Sementara itu di Kota Kediri, terdapat beberapa titik banjir setiap musim hujan. Di antaranya adalah Kelurahan Dandangan, Balowerti, dan Ngadirejo yang padat penduduk. Masyarakat diminta waspada terhadap gejala penyakit seperti di atas.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.