READING

Najwa Shihab Kasih Trik Baca di Ponpes Tebuireng, ...

Najwa Shihab Kasih Trik Baca di Ponpes Tebuireng, Jombang

Minat baca pelajar di Indonesia tergolong rendah. Hasil survei Programe for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang dipublikasikan pada 2016, Indonesia berada di peringkat ke-62 dari 72 negara yang disurvei. 

Oleh sebab itu, kehadiran Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia di Ponpes Tebuireng, Jombang (1/11/2019) merupakan upaya untuk membangkitkan minat baca para santri.

“Cari tahu apa yang kamu suka dan cari bacaan yang mendekatkan pada sesuatu yang kamu suka. Itu hal paling mudah. Semoga itu membantu agar lebih suka membaca ya,” kata Najwa Shihab, memberikan tips untuk hobi membaca dan menjadikan membaca sebagai gaya hidup.

Baginya, hal utama yang perlu dilakukan untuk menumbuhkan minat baca adalah mencari sesuatu yang kita sukai. Lalu mencari bahan bacaan yang berkaitan dengan hobi kita. Dalam bahasa lain yaitu mencari kecintaan baru lewat cinta yang lama.

Najwa memberikan gambaran, seseorang yanh suka jalan-jalan pasti mau tahu cara jalan murah dan gratis serta tempat yang eksotis untuk dikunjungi. Maka mulailah membaca di website yang bahas travelling, buku panduan wisata atau blogger gratis.

Dari kecintaan topik yang dibaca, harapannya akan menimbulkan minat baca.

The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) memaknai literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, terutama ketrampilan dalam membaca dan menulis, yang terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.

Rendahnya literasi sains di Indonesia juga terlihat dari banyaknya buku fiksi yang beredar di negri ini. Penulis yang awalnya menulis sains ilmiah beralih ke fiksi karena lebih laku terjual. Padahal dengan jumlah penduduk yang besar dan wilayah kepulauan terpanjang maka Indonesia butuh buku sains ilmiah lebih banyak.

Pun soal kompetensi pelajar juga masih rendah. Sebagai gambaran, keahlian tenaga kerja lulusan kampus di Indonesia sederajat dengan lulusan SMA di Denmak. Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 39. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Hal ini sejalan lurus dengan skor kompetensi pelajar Indonesia dalam Matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490. Skor kompetensi sains sebesar 403 juga di bawah rata-rata OECD sebesar 493.

“Buta aksara di Indonesia berjumlah 2,6 persen dari jumlah penduduk berdasarkan data Badan Pusat Statistis (BPS) 2019,” kata  Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur KH Salahuddin Wahid saat hadir di acara Talk Show bersama Duta Baca Indonesia Najwa Shihab.

“Sebagian besar judul buku yang diterbitkan pada 2018 adalah buku fiksi. Data buku yang terjual di gramedia lebih dari 18 persen adalah novel dan buku fiksi lainnya. Buku-buku sains populer nyaris tidak ada,” ujar putra dari mantan Menteri Agama RI KH A Wahid Hasyim ini.

Kiai Salahuddin merasa lebih miris lagi bila membandingkan dengan data pengguna internet di Indonesia dengan tingkat literasi masyarakatnya.

Berdasarkan hasil studi Polling Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia dari total populasi sebanyak 264 juta jiwa penduduk Indonesia, ada sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen yang sudah terhubung ke internet. 

Efeknya terasa dengan buruknya komunikasi sosial masyarakat akhir-akhir ini. Caci maki di media sosial sangat gencar sekali dan parahnya kata-katanya sangat tidak pantas. Motifnya padahal sangat remeh sekali hanya beda dalam pandangan politik dan masalah furukiyah. Saling menyebar hoaks dan membenci. Kebencian menjadi racun yang terus merusak pola pikirnya.

“Kita yang berlatar belakang agama harus memberikan contoh yang baik dan sopan dalam berliterasi. Orangnya punya leterasi baik tidak mudah menghukumi sesuatu,” tegas Kiai Salahuddin.

Reporter: Syarief Abdurrahman
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.