Ngabuburit Asyik Anak Kampung Inggris

KEDIRI – Anak-anak kampung Inggris punya cara unik menunggu azan Maghrib. Alih-alih melupakan lapar, mereka bermain di Candi Surowono sambil belajar sejarah.

Setiap selepas Ashar, candi yang berada di Dusun Surowono, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ini menjadi jujukan anak muda. Mereka adalah peserta didik kursus Bahasa Inggris yang dikenal dengan sebutan anak kampung Inggris. Sebuah kawasan di Kecamatan Pare yang menjadi pusat pembelajaran Bahasa Inggris.  

Tak sekedar bernilai sejarah, Candi Surowono peninggalan kerajaan Majapahit ini memiliki pemandangan asri dan sejuk. Sangat cocok untuk aktivitas ngabuburit menunggu waktu berbuka.  

Lokasi candi ini dikelilingi hutan bambu dengan taman berisi ratusan pecahan relief yang tertata rapi. Di tempat inilah anak-anak kampung Inggris menelusuri kembali sejarah peradaban masyarakat Kediri di masa lampau.

Vita, salah satu pengunjung dari kampung Inggris mengaku terpesona dengan guratan relief di badan candi. Potongan bidang relief yang terpampang diperkirakan merupakan bagian kaki candi yang tersisa. Bisa dibayangkan betapa besarnya bangunan candi di masa lalu jika terbangun secara utuh. “Saya bisa membayangkan betapa megahnya candi ini saat masih utuh,” kata Vita kepada Jatimplus.ID akhir pekan kemarin.

Anak kampung Inggris berjalan di area Candi Surawana. Foto Jatimplus/M. Fikri Zulfikar

Meki tak bisa melihat bangunan secara utuh, Vita cukup puas dengan membaca pahatan relief yang ada. Beragam kisah diceritakan dalam tiap bidang relief. Mulai kisah tentang Sri Tanjung yang terkenal dari Banyuwangi, hingga kisah Arjunawiwaha yang konon didirikan untuk menghormati Raja Bre Wengker.

Vita tak datang sendirian sore itu. Bersamanya, tampak gerombolan anak muda yang datang dengan mengayuh sepeda angin. Perjalanan dari kampung Inggris ke lokasi candi sejauh tiga kilometer ditempuh dengan riang. “Cukup seru sambil menikmati sore dengan bersepeda bareng teman-teman,” kata Grivita, peserta kursus dari Jakarta. 

Berwisata di tempat ini memang mengasyikkan. Dengan hanya membayar seikhlasanya untuk parkir kendaraan, pengunjung akan terlempar ke masa lalu, ke era peradaban Majapahit.

Sebagai buah tangan, pengunjung candi bisa menggamit oleh-oleh berupa ikan hias yang banyak dibudidayakan masyarakat setempat. Seperti Vita dan teman-temannya yang membawa pulang tiga ikan cupang untuk dipelihara di tempat kost.

Dan seperti mata rantai wisata, kunjungan yang dilakukan anak-anak kampung Inggris ini menjadi kebahagiaan Akhyar, penjaga candi. Pria yang bertugas merawat dan membersihkan Candi Surowono ini mengaku riang jika kunjungan ke tempatnya meningkat. “Kami tak pernah menarik retribusi, bayar seikhlasnya saja,” katanya.

Obyek wisata sejarah Candi Surowono di Kabupaten Kediri. Foto Jatimplus/M. Fikri Zulfikar

Selama bulan ramadan ini jumlah kunjungan ke candi ini cenderung meningkat. Selain anak-anak kampung Inggris, mereka juga berasal dari dalam dan luar Kabupaten Kediri yang ingin berwisata sejarah.

Selain bangunan candi, obyek wisata ini juga dilengkapi wana (hutan) wisata dengan berbagai destinasi alam. Mulai sendang Derajat hingga goa Surawana yang cocok untuk berendam. Namun ingat, selalu bawa pakaian ganti jika ingin berendam di air dingin sendang tersebut. (Moh. Fikri Zulfikar)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.