READING

Nikmatnya Sate dan Krengsengan Emprit Mbah Darmo

Nikmatnya Sate dan Krengsengan Emprit Mbah Darmo

KEDIRI– Sate dan krengsengan merupakan makanan yang dikenal banyak kalangan. Namun pernahkah Anda mencoba sate dan krengsengan burung emprit? Burung yang juga dikenal dengan sebutan burung pipit ini sebenarnya adalah hama padi karena sering merugikan petani.

Ukuran burung ini sekitar 11 cm. Jelas dagingnya tak banyak. Meski demikian, Darmianto berhasil mengolahnya menjadi sate dan krengsengan yang nikmat. Saking nikmatnya, warungnya yang buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB banyak didatangi pecinta kuliner dari berbagai daerah.

“Kalau pas ramai, jam 17.00 sudah tutup,” terang Darmianto kepada Jatimplus.ID.

Tampilan sate dan krengsengannya sekilas hampir sama dengan yang berbahan daging ayam atau kambing. Namun daging emprit tak berlemak dengan warna daging kecokelatan. Teksturnya keset, ulet, namun tidak alot.  Yang paling membedakan adalah sensasi kriuknya di setiap gigitan. Ini dikarenakan tulang-tulangnya yang ukurannya lebih kecil dari batang lidi tidak dipisahkan oleh pemasaknya. “Kalau dipisah nanti jadinya habis karena dagingnya sedikit sekali,” terang pria  yang akrab disapa Mbah Darmo ini.

Sebagian tulang memang bisa dimakan. Namun ada sedikit bagian yang tidak bisa dikunyah hingga halus sempurna. Ini membuat penikmat sate dan krengsengan burung emprit harus berhati-hati ketika memakannya. Meski agak repot dan tidak bisa langsung melahapnya dalam sekali gigitan, rasa dagingnya menjadi nilai plus dari sate burung emprit Mbah Darmo.

Tidak ada aroma amis. Bahkan bumbunya meresap sempurna ke dalam daging sehingga ada sensasi gurih meski dimakan tanpa menggunakan sambal kacang sate. Untuk menghasilkan daging emprit yang nikmat ini, Mbah Darmo menggunakan air nanas untuk merendam daging sebelum diolah.

“Fungsinya untuk melunakkan dan menghilangkan bau amis,” tambahnya.

Sambal kacang untuk satenya sendiri cukup mantap. Gurihnya kacang berpadu dengan kecap dan pedasnya cabai bersatu menambah citarasa sate emprit miliknya. Begitu pula dengan krengsengannya yang cukup istimewa karena menggunakan jahe sehingga ada sensasi segar dan hangat yang bercampur dengan dominasi rasa pedas manis.

Usaha sate burung emprit ini dirintis Mbah Darmo sejak 12 tahun yang lalu. Sebelumnya, pria yang juga seorang guru olahraga ini menjual burung emprit hidup yang diwarnai untuk dijadikan mainan anak-anak. Namun karena banyak burungnya yang stress dan mati membuat Mbah Darmo memutar otak.

“Saya coba berubah dengan menjual sate emprit karena saya juga pernah berjualan sate ayam,” tambahnya.

Ketika dijual di depan sekolah tempatnya mengajar, ternyata banyak pembeli yang suka. Makanya kemudian Mbah Darmo mengembangkan usahanya hingga bisa membuka warung sate dan krengsengan di pinggir jalan utama Kediri-Pare. Tepatnya berada di Jalan Ahmad Yani, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

“Dulu saya buka warung di depan SDN 1 Gurah. Di lokasi ini, baru pindah sekitar 2 tahunan setelah saya pindah mengajar,” bebernya.

Mbah Darmo tidak mencari bahan bakunya sendiri. Pria 58 tahun ini hampir setiap hari kulakan daging emprit sebanyak seribu ekor dari Nganjuk dan Kandat Kabupaten Kediri. Daging yang diterimanya sudah dalam bentuk bersih dan siap olah. Per 100 ekornya oleh supplier dibandrol Rp 40 ribu.

Tidak hanya daging emprit, Mbah Darmo juga menjual sate biawak. Menurutnya keduanya memiliki khasiat untuk kesehatan. Burung emprit sendiri dipercaya bisa mengobati batuk menahun dan jantung lemah. Sedangkan biawak untuk mengobati gatal-gatal akut.

“Bisa untuk obat juga,” promosinya.

Untuk satu porsi sate emprit yang berisi 10 tusuk dijual dengan harga Rp 22 ribu. Sedangkan krengsengan emprit dan emprit goreng dijual dengan Rp 13 ribu per porsi. Sedangkan untuk sate biawak dijual Rp 25 ribu per porsi dan krengsengan biawak Rp 20 ribu per porsi.

“Semua tersedia. Setiap hari ada,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.