READING

Olah Raga Luar Rumah Masih Aman Meski Ada Corona

Olah Raga Luar Rumah Masih Aman Meski Ada Corona

KEDIRI – Wabah virus corona saat ini membuat banyak orang harus berdiam diri di rumah. Beberapa negara termasuk Indonesia masih belum menerapkan kebijakan lockdown. Hal ini memberi ruang pada masyarakat untuk sesekali beraktivitas di luar rumah. Selain berbelanja kebutuhan pokok, kegiatan berolahraga juga masih bisa dilakukan.

Seperti yang dilansir oleh Medium.com, kegiatan berolahraga ini cukup dianjurkan oleh para ahli. Selain untuk menjaga kesehatan fisik, olahraga terutama yang dilakukan di luar rumah juga bisa membantu menjaga kesehatan mental. Apalagi dalam kondisi saat ini membuat sebagian orang justru mengalami kegelisahan dan stress.

“Saya kira ini penting bahwa orang perlu keluar rumah untuk menikmati udara luar dan berolahraga,” terang Daniel Brian Nichols yang tergabung dalam Asosiasi Professor Biologi di Seton Hall University, Amerika Serikat.

Namun para ilmuwan menekankan beberapa hal ketika seseorang memutuskan untuk berolahraga di luar rumah di tengah wabah corona. Salah satunya yakni disiplin menjaga jarak dengan orang lain dan tidak membuat kerumunan.

Untuk diketahui, virus corona bisa menyebar melalui kontak langsung antar orang dalam jarak dekat. Definisi jarak dekat sendiri oleh WHO ditetapkan sepanjang enam kaki atau sekitar 2-3 meter. Jarak ini dianggap aman karena kemampuan percikan air dari saluran pernafasan seseorang yang sedang bersin atau batuk hanya bisa terlempar sejauh 3,3 kaki atau sekitar 1 meter.

Pilihlah tempat yang aman ketika berolahraga di luar rumah. Biasanya hal ini dilakukan di taman, lapangan atau tempat-tempat umum yang longgar. Untuk menghindari potensi besar berdekatan dengan banyak orang, tempat yang sepi dan luas menjadi pilihan terbaik.

Berolahraga di luar ruangan juga dianggap lebih baik daripada mendatangi tempat-tempat pusat kebugaran. Pasalnya, udara yang dihirup relatif lebih segar dan dari udara bebas. Berbeda dengan ketika berolahraga di ruangan tertutup bersama dengan orang asing yang “terlihat sehat”. Risiko tertular tanpa sengaja lebih besar.

Selain itu, berolahraga di luar ruangan juga membuat seseorang tidak harus menyentuh barang-barang yang mungkin digunakan banyak orang. Berolahraga di luar ruangan juga memungkinkan kita mendapatkan paparan sinar matahari lebih banyak daripada ketika berada di dalam ruang tertutup.

Potensi tertular virus corona tidak hanya ketika kita berada di tempat berolahraga saja. Biasanya justru potensi ini muncul ketika berdesak-desakan saat menaiki angkutan umum atau mengantri membeli minuman. Untuk itu upayakan untuk tidak melakukannya. Gunakan kendaraan pribadi seperti bersepeda dan bawa bekal minum dan camilan sendiri jika diperlukan.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah jangan terlalu sering menyentuh wajah ketika berolahraga. Untuk mengusap leleran keringat di dahi, kita bisa menggunakan ikat kepala atau mengenakan manset pendek di pergelangan tangan. Kain-kain tersebut bisa sangat berguna untuk menahan dan menyeka keringat tanpa harus menggunakan tangan kosong.

Dan terakhir jangan lupa untuk segera mencuci tangan sesaat setelah sampai di rumah. Segera rendam pakaian kotor kita menggunakan cairan detergen dan bersihkan semua barang yang sebelumnya kita sentuh ketika berada di luar seperti ponsel dan botol minuman.

Penulis: Dina Rosyidha
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.