READING

Olahraga Teratur Tingkatkan Imun Tubuh di Tengah P...

Olahraga Teratur Tingkatkan Imun Tubuh di Tengah Pandemi Corona

MALANG – Di tengah terpaan wabah virus Corona yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, pemerintah Indonesia akhirnya memerintahkan masyarakat untuk melakukan aktivitasnya di rumah. Mulai dari bekerja hingga beribadah pun disarankan untuk dilakukan di rumah. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai persebaran dan meminimalisir penularan virus. Walaupun begitu, kita tetap harus menjaga kesehatan untuk menambah imun tubuh agar terhindar dari virus.

Berbagai penelitian telah mengumumkan bahwa banyak tumbuh-tumbuhan yang bisa menambahkan imun tubuh, di antaranya adalah jahe, kunir, daun kelor, hingga jambu biji. Selain asupan tersebut berolahraga secara teratur juga bisa menambah imun tubuh dalam  mencegah infeksi COVID-19 ini.

“Jika kalian tipikal orang yang berhenti melakukan olahraga dan hanya mager di rumah karena takut tertular, saran saya tetap latihan atau olahraga di rumah saja,” ungkap Aang Ghunaifi Dardiri, M.Pd kepada Jatimplus.ID melalui sambungan telefon.

Aang Ghunaifi Dardiri. Dok. pribadi

Pria yang juga owner salah satu pusat kebugaran khusus anak di Kota Malang ini memberikan rekomendasi beberapa porsi latihan rumahan yang bisa dilakukan dalam merespon pandemi Covid-19.  Salah satunya adalah latihan fisik dalam batas normal (moderate)yang baik adalah dengan jalan kaki cepat selama kurang lebih 35-70 menit dan sedikit melakukan resistance training, seperti bodyweight squats, push-up, burpees, hingga pull-ups. “Latihan tersebut bisa menambah imun tubuh kita,” ujar pria lulusan magister ilmu keolahragaan ini.

Selain itu, dia juga memberikan referensi lain untuk latihan yang baik bagi tubuh dan pastinya bisa dilakukan di rumah. Diantaranya air squats, plank up-downs, muay thai  side plank, single-leg bridge, push-up with scapular plus, dan side lunge. Latihan ini dapat diselesaikan dalam satu sirkuit dengan durasi selama 20-30 menit. Latihan ini dilakukan dalam 3 set dengan 10-20 pengulangan pada setiap gerakan dan istirahat 1 menit pada setiap setnya.

“Beberapa contoh latihan rumahan tersebut akan baik bagi tubuh dan menambah imunitas ketika dilakukan dalam intensitas tidak tinggi atau berlebihan,” ujar pria yang biasa disapa Aang.

Pimpinan pusat kebugaran PLAY (Physical Literacy Activity for Youth) ini menekankan bahwa olahraga teratur itu baik dilakukan secara sewajarnya saja, jangan sampai karena saking takutnya dengan virus corona latihan dilakukan secara berlebihan. Jika itu terjadi latihan yang berlebihan akan malah berefek tidak baik bagi tubuh.

Lantas bagaimana orang tahu bahwa olahraga yang dilakukan itu berlebihan? “Jawaban akan pertanyaan itu sebenarnya akan berbeda bagi masing-masing individu, karena standar latihan akan berbeda tergantung selama ini kita menjalani pola hidup seperti apa,” terangnya.

Orang tidak terbiasa berolahraga akan berbeda dengan standar latihan seorang atlet profesional. Aang menyarankan cara yang paling akurat untuk menentukan apakah latihan yang sedang dilakukan termasuk dalam intensitas yang mana adalah dengan menghitung jumlah detak jantung tiap menit menggunakan peralatan heart rate monitor. “Alat itu diantaranya beurer, fitbit, dan garmin,” ungkap Aang.

Jika tidak memiliki peralatan tersebut, Aang menyarankan bisa dilakukan dengan menggunakan cara penghitungan detak jantung secara manual untuk menentukan latihan yang moderate. Namun jika cara-cara tersebut masih terlalu rumit, kita bisa melakukan dengan mengevaluasi diri sendiri. evaluasi itu dilakukan ketika olahraga fisik yang moderate itu bisa selama 30-90 menit tetapi saat melakukan latihan masih bisa diajak berbicara.

Sebaliknya jika kita sedang melakukan latihan tapi tidak bisa berbicara sama sekali, kemungkinan latihan yang dilakukan intensitasnya terlalu tinggi atau berlebihan. “Maka dari itu sebaiknya latihan kita harus disesuaikan dengan kondisi tubuh kita,” ujarnya.

Aang juga menekankan pada akhirnya apapun yang dilakukan dalam situasi pandemi corona adalah tetap tenang, jangan panik, dan jangan sampai menyepelekan apapun. Karena bisa saja orang yang terlihat sehat dan bugar, namun bisa menjadi carrier dalam pandemi corona ini. maka dari itu kita harus tetap berolahraga atau latihan fisik untuk menjaga imunitas tubuh dan menjalani hidup masing-masing dengan baik. “Yang paling penting terapkan gaya hidup sehat serta personal hygiene dengan baik dan benar,” tegas Aang.

Reporter: Moh. Fikri Zulfikar
Editor: Prasto Wardoyo   

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.