READING

Operasi Zebra di Kediri, Hindari Tiga Pelanggaran ...

Operasi Zebra di Kediri, Hindari Tiga Pelanggaran Ini

KEDIRI – Kepolisan Resor Kediri Kota mentargetkan 500 pelanggar lalu lintas untuk ditindak dalam operasi Zebra tahun ini. Selain penggunaan helm non SNI, polisi akan menilang pelanggar rambu lalu lintas di jalan raya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Kediri Ajun Komisaris Ady Nugroho mengatakan razia kendaraan selama operasi zebra di Kota Kediri akan tiga kali dalam sehari. Petugas akan memeriksa kelengkapan kendaraan mulai pagi, siang, dan sore hari di sejumlah jalan protokol. “Operasi dilakukan tiga kali sehari. Untuk pagi akan diminalisir agar tak mengganggu aktivitas pelajar,” kata Ady, Kamis 1 Nopember 2018.

Dalam operasi zebra kali ini, Satuan Lalu Lintas Polresta Kediri mentargetkan 500 pelanggar untuk ditindak. Diperkirakan target tersebut akan terpenuhi selama operasi berlangsung pada 30 Oktober – 12 November 2018.

Ady mengingatkan ada tiga jenis pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan petugas. Pertama adalah penggunaan helm standar nasional Indonesia (SNI). Selama ini pengendara motor cenderung menggunakan helm yang tidak standar dengan dalih gaya hidup. Padahal helm tersebut tak mampu melindungi keamanan kepala dengan baik. “Penggunaan helm non SNI akan kita tindak,” kata Ady.

Jenis kedua yang akan ditindak polisi adalah pelanggaran rambu lalu lintas. Pelanggaran semacam ini masih kerap dijumpai di beberapa ruas jalan Kota Kediri. Selain menerabas lampu lalu lintas di persimpangan, pelanggaran paling sering dilakukan pengendara mobil adalah melintasi jembatan lama Sungai Brantas di luar ketentuan.

Sesuai peraturan yang tertulis pada rambu jalan, kendaraan roda empat hanya diijinkan melintas dari timur ke barat pada pukul 18.00 – 06.00 WIB. Di luar itu hanya pemilik mobil dari arat barat ke timur yang bisa melintas.

Jenis pelanggaran ketiga yang akan ditindak polisi adalah dalam kondisi pengaruh minuman keras. Pengendara seperti ini akan berpotensi mengancam keselamatan orang lain dan diri sendiri di jalan raya. Sehingga setiap pengendara yang ditengarai menenggak miras akan langsung ditilang.

Menurut Ady, sebenarnya masih ada satu lagi jenis pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan, yakni pelanggaran batas kecepatan. Namun karena hingga kini tak semua jajaran Polres memiliki Speed Gun (alat pengukur kecepatan), maka hal itu akan diabaikan. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.