READING

Orang Tua Siswa Ramai-Ramai Minta PPDB Dievaluasi

Orang Tua Siswa Ramai-Ramai Minta PPDB Dievaluasi

SURABAYA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 memantik persoalan di Jawa Timur. Sejumlah pihak mendesak pemerintah mencabut ketentuan zonasi yang menyulitkan siswa.

Komunitas Orang Tua Peduli Pendidikan Anak (KOMPAK) Surabaya adalah salah satu paguyuban orang tua yang menolak. Penerapan sistem zonasi yang berbasis jarak rumah hingga 50 persen dari pagu sekolah dinilai memicu ketidakadilan siswa dalam mendapatkan sekolah sesuai kemampuan.

Koordinator KOMPAK Surabaya, Jospan dalam siaran persnya mengatakan sistem PPDB berbasis seleksi jarak tempat tinggal ke sekolah belum siap diterapkan di Surabaya. Temuan Jospan dalam pelaksanaan PPDB dua hari ini membuktikan tidak adil bagi anak calon peserta didik. “Misal, anak yang jarak rumahnya lebih dekat hanya beberapa ratus meter ke SMA X, ternyata malah diterima di SMA Y yang jaraknya satu kilometer lebih,” ujar Jospan.

Fakta lain yang ditemukan, kata Jospan, anak yang jarak rumahnya hanya 500-an meter dari sekolah juga tidak diterima di PPDB lantaran pagu zonasi sekolah yang dipilih telah penuh. Padahal anak tersebut memiliki hasil belajar yang jauh lebih baik dari anak-anak yang diterima.

Persoalan lain yang diinventarisir KOMPAK adalah terjadinya masalah di sistem Informasi Teknologi yang digunakan untuk PPDB online melalui ppdbjatim.net. Berkali-kali sistem tersebut mengalami kesalahan pemeringkatan, dimana anak yang mestinya lolos berdasarkan jarak rumah maupun nilai UN, ternyata hilang dari daftar sementara peserta didik yang diterima.

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” tambahnya.

Karena itu KOMPAK menuntut Pemerintah Kota Surabaya untuk menghentikan proses PPDB dan dilakukan evaluasi dengan mempertimbangkan kondisi sekolah di Surabaya.

Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, regulasi ini mengatur tiga jalur proses PPDB. Terdiri atas sistem zonasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.

Dari tiga sistem tersebut, zonasi masih menjadi kebijakan paling sensitif. Permasalahan seputar zonasi selalu muncul dalam setiap pelaksanaan PPDB tahun-tahun sebelumnya.

Tak hanya di Surabaya, persoalan PPDB juga terjadi di banyak kota di Jawa Timur, termasuk Kota Kediri. Kurangnya sosialisasi dari penyelenggara pendidikan menjadi kambing hitam para orang tua murid. Faktanya, kegagalan mengikuti prosedur pendaftaran online karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) terjadi secara sporadis. “NIK saya tertolak meski terverikasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” kata Kartitiani, orang tua siswa saat mencari sekolah menengah pertama untuk anaknya.

Ibu satu anak ini juga tak faham mengapa Kartu Keluarga miliknya tak bisa diproses lantaran diterbitkan setelah tahun 2017. Beruntung persoalan itu tak berlarut-larut setelah sistem pendaftaran diulangi keesokan harinya.

Sewa Kartu Keluarga

Pemberlakuan sistem zonasi telah memaksa sejumlah orang tua murid untuk berhijrah. Alih-alih pindah tempat tinggal ke wilayah Kota Kediri, mereka justru menitipkan anaknya ke daftar keluarga warga Kota Kediri.

Praktik ini dilakukan para wali murid yang telah mengetahui peraturan zonasi yang akan berlaku. Karena itu jauh-jauh hari mereka telah menitipkan anaknya ke saudara atau kenalan yang berdomisili di Kota Kediri.

Meski disebut curang, namun jurus itu terbukti bisa meloloskan siswa luar kota untuk mendaftar di sekolah Kota Kediri. Toh praktik tersebut telah dilakukan banyak orang demi tugas mulia mendapatkan tempat belajar yang layak untuk anak mereka. (HARI TRI WASONO)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.