READING

Pahlawan Super Yang Berharap Tiap Hari Adalah Hari...

Pahlawan Super Yang Berharap Tiap Hari Adalah Hari Libur

Saya masih betah berlama-lama di rumah Riza sore itu. Oriza Sativa Primajaya nama lengkapnya. Pemuda 33 tahun yang juga berprofesi sebagai magician ini terlihat sibuk mengecek lampu led di helm Iron Man buatannya. Risa ditemani oleh Slamet, karibnya dulu semasa masih bekerja di dealer salah satu merek kendaraan bermotor. Dulu Riza berprofesi sebagai marketing, sedangkan Slamet adalah mekanik di dealer tersebut. Kini Riza mantap beralih profesi sebagai entertainer. Selain sulap, ia juga mempunyai usaha yang kini sedang rajin digarapnya, yaitu mengelola para superhero beraksi di Kediri Town Square.

Riza, sang kreator kostum berbagai macam tokoh superhero.

Saya jadi membayangkan Riza ini serupa Nick Fury, CEO-nya para pahlawan Avengers. Pria bermata satu dan berkepala botak ini lah yang mengumpulkan para superhero untuk bersatu melindungi bumi dari serbuan para alien digdaya seperti Centauri atau Thanos. Bedanya dengan Nick Fury, kalau Riza mengumpulkan para pahlawan super bukan untuk bertarung, melainkan untuk beraksi menghibur para pengunjung mal, terutama anak kecil, di saat pusat perbelanjaan sedang ramai-ramainya, yaitu saat weekend atau hari libur. Kenapa? Ya karena di hari-hari itulah, pengunjung mal membludak dan pastinya mudah mengeruk uang dari mengamen. Orang mungkin sudah terbiasa melihat pengamen menenteng gitar lalu genjreng-genjreng dan bernyanyi, entah merdu atau malah sumbang. Tapi mengamen di jaman sekarang tak lagi semainstream itu, karena yah, makin banyak pesaing, tentu butuh inovasi dan usaha lebih dalam mengamen, profesi yang kerap disebut juga dengan seni jalanan itu. Sejarah kultur pop mencatat, Naked Cowboy menjadi legenda Times Square berkat polahnya mengamen hanya bermodalkan gitar, topi koboi, sepatu boot, dan bercawat saja. Atau jaman dulu, warga New York digemparkan aksi Philippe Petit yang beratraksi juggling di atas seutas kawat baja di antara puncak mendiang Twin Tower di tahun 1974.

Riza dan Slamet berkemas membawa semua piranti kostum superheronya menuju mal tempat dimana mereka akan beraksi.

Jadi intinya… kreatiflah dalam menarik perhatian orang, dan Riza rupanya cukup jeli melihat peluang. Bermodal keahlian membuat prototipe kostum superhero hasil belajar dari kanal Youtube, pemuda yang sepintas mirip pesulap Damian Aditya ini menciptakan kostum Iron Man dan Bumblebee berbahan eva foam, yaitu bahan yang biasa digunakan untuk membuat sandal dan alas sepatu. Eva foam dipilihnya karena mempunyai fleksibilitas tinggi seperti karet, awet, dan tidak beracun. Kostum Bumblebee dibangun Riza sekitar 3 bulan. 5 juta telah ia habiskan untuk menyelesaikan bodi robot kuning kesayangan banyak orang itu. Sedangkan untuk Iron Man membutuhkan waktu sekitar sebulan dan menghabiskan biaya 3 juta. Supaya terlihat tinggi dan menyakinkan, si pengguna kostum Bumblebee harus mengenakan egrang setinggi 40 cm. Untuk pewarnaan, Riza menggunakan cat mobil, kemudian dilapisi dengan No Drop, dan sentuhan akhirnya menggunakan clear atau pernis. Jujur saya bilang, kostum buatan Riza ini memang rapi hasilnya dan mirip seperti yang saya tonton di film aslinya.

Slamet menata terlebih dulu kostum Bumblebeenya untuk memudahkannya saat memakainya nanti.

“Yuk Mas,berangkat,” Ajaknya saat jam di dinding telah lewat pukul 6 sore.

Riza dan Slamet pun bergegas membawa segala piranti kostum untuk dimasukkan ke dalam mobil. Malam ini mereka membawa 3 kostum, yaitu Bumblebee,Iron Man, dan Spiderman. Khusus Spiderman, bahan kostumnya terbuat dari kain yang disablon mirip kostum aslinya. “Ini Spiderman versi terbaru loh Mas, versi homecoming,” Kata Riza membanggakan kostum miliknya. Pria lulusan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2010 yang dulunya bersekolah di SMAN 5 Kediri ini, mengaku sekarang sedang menggarap pesanan untuk salah satu perusahaan besar di Jakarta, yaitu membuat prototipe Bumblebee dan Optimus Prime setinggi 5 meter. Awalnya si klien ingin kedua robot dari jagat transformer itu dibuat sesuai ukuran aslinya, tapi Riza angkat tangan. Akhirnya disepakati kalau tingginya cukup 5 meter saja. Untuk kedua robot tersebut, Riza membandrolnya dengan harga 20 juta.        

Riza membantu Agus mengenakan kostum Spiderman-nya.

Begitu sampai di lokasi, yaitu di Kediri Town Square, Riza segera menyiapkan anak buahnya untuk beraksi. Yang pertama adalah Slamet. Pria yang mengaku bisa membeli 2 ekor kambing hasil dari menjadi Bumblebee saat bulan Ramadhan kemarin, merasa lebih menikmati menjadi si robot kuning dibanding melakoni pekerjaan rutinnya sebagai mekanik motor. Selain karena hasilnya yang menggiurkan, Slamet juga merasa ikut bahagia ketika melihat anak-anak kecil dengan mata berbinar, bersuka-cita berfoto bersamanya. Dua orang lainnya selain Slamet adalah Antoni yang memakai kostum Iron Man dan Agus menjadi Spiderman. Antoni dan Agus bekerja sebagai cleaning service di mal tersebut. Setelah mereka berkostum lengkap, ketiganya lalu menempati posnya masing-masing. Pengunjung yang ingin berfoto dengan mereka cukup merogoh 5000 rupiah dari kantong, itu pun sifatnya bukan paksaan. Namun setiap pengunjung sadar diri untuk selalu memasukkan 5000 rupiah ke dalam kotak yang tersedia.

Antoni bersiap menjadi Iron Man.

Berapa penghasilan dari menjadi superhero?

“Rata-rata setiap superhero mendapat 300 ribu dari pengunjung selama 3 jam beraksi, Mas,” Jawab Riza. “Pernah dulu pas bulan Ramadhan, per 2 jam tiap superhero bisa mengantongi 500 ribu.” Wow. Pantes, Slamet bisa sampai punya dua kambing dari hasil mengamen. Ketika saya bertanya, mengapa menyukai pekerjaan ini, dengan lugas Riza menjawab karena hasilnya jelas, orang tuanya pun senang ia bekerja seperti ini dibanding dulu saat ia masih menjadi marketing salah satu merek kendaraan bermotor. Selain itu, tentu saja dorongan terkuat adalah karena ia menyukai dunia hibur-menghibur. Pria yang juga mempunyai program acara berjudul “Awas Ada Sulap” yang tayang setiap hari Sabtu di KSTV ini, juga punya harapan besar.

Iron Man siap beraksi menjemput rejeki.

Apa itu?

“Saya berharap tiap hari adalah hari libur, supaya pengunjung mal selalu ramai dan para superhero bisa pulang membawa uang banyak,” Tawanya sambil menutup pembicaraan.  

Menjadi Bumblebee berbuah kambing 2 ekor.

 

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.