READING

Paket Sembako Hingga Hadiah Sepeda dari Tim PKK Ko...

Paket Sembako Hingga Hadiah Sepeda dari Tim PKK Kota

KEDIRI – Setiap elemen masyarakat maupun pemerintah berlomba-lomba menggulirkan bantuan selama wabah covid-19. Kali ini kelompok PKK Kota Kediri yang turun. Dipimpin langsung oleh Ferry Silviana Abu Bakar selaku ketua, para ibu-ibu ini menyalurkan bantuan paket sembako untuk para lansia yang tersebar di Kota Tahu.

“Bantuan ini merupakan inisiatif dari anggota PKK. Mereka menyisihkan sebagian rezeki mereka sejak Ramadan lalu,” terang perempuan yang akrab disapa Bunda Fey ini.

Uang hasil patungan tersebut dirupakan paket sembako yang terdiri dari beras 5 kg, gula 1 kg dan minyak goreng 2 kg. Dari 46 kelurahan, Bunda Fey memilih mendatangi Kelurahan Bawang dan Tempurejo, Kecamatan Pesantren. Di sana ada banyak lansia yang menjadi sasaran pemberian sembako.

“Bantuan ini ditujukan untuk para lansia dari keluarga prasejahtera,” tambahnya.

Khusus untuk warga di Kelurahan Tempurejo, bantuan ditambah paket sayur untuk kebutuhan harian. Isinya berupa terong, kacang panjang, labu siam, cabe, dan tempe. Total ada 79 KK yang mendapatkannya. Mereka menjadi prioritas karena sedang mengisolasi diri usai ditemukannya 10 pasien positif covid-19 di sana.

“Di saat sulit seperti ini, harapannya warga tidak merasa sendiri. Maka dari itu kita saling bantu salah satunya melalui donasi anggota PKK,” tambah istri walikota Kediri ini.

Tidak hanya fokus memberikan sembako dan paket sayur saja. Bunda Fey bahkan sempat berbincang dengan Saiful (10 tahun), salah satu anak yang putus sekolah asal Kelurahan Tempurejo. Dari keterangan masyarakat sekitar memang kondisi keuangan keluarga Saiful sedang tidak baik.

Saiful merupakan putra bungsu dari empat bersaudara. Ibunya berikut tiga kakaknya adalah seorang tuna grahita. Sedangkan ayahnya yakni Punimin bekerja sebagai pengepul dan pengelola sampah Kelurahan Tempurejo. Kini mereka tinggal di rumah sederhana di atas tanah Tempat Penampungan Sementara (TPS) kelurahan.

Dikabarkan Punimin sebelumnya pernah membeli sebidang tanah lalu membangun rumah sederhana di atasnya. Namun karena tidak memiliki bukti pembelian dan sertifikatnya, mereka terusir hingga akhirnya dibuatkan rumah sementara di atas TPS oleh warga sekitar. Kini rumah tanpa kamar milik mereka harus dihuni tujuh orang anggota keluarga.

Untuk menyemangati Saiful agar mau kembali ke sekolah, Bunda Fey pun berjanji akan membelikan sepeda seperti yang diimpikannya. Ibunda Saiful yang sedang sakit gigi pun langsung ditindaklanjuti dengan memanggilkan tenaga medis dari Puskesmas Ngletih agar segera memberikan obat.

“Sebagai tim penggerak PKK, kami hanya ingin membantu warga. Saya senang kunjungan langsung seperti ini. Bisa ngobrol langsung dan membantu yang kami bisa,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.