READING

Pameran Timur Liar di Pelataran AJI Kediri

Pameran Timur Liar di Pelataran AJI Kediri

KEDIRI – Untuk sejenak kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri beralih fungsi. Mulai pelataran hingga ruang belakang markas berkumpulnya para jurnalis ini bersalin wajah menjadi tempat pameran.

Bertajuk “Timur Liar”, pameran yang diinisiasi para komunitas Serbuk Kayu bersama komunitas lain di 10 kota di Jawa Timur. Mereka adalah Kolega Warna, Darjoclup, Banyu Genuk, Kuas Patis, Tanjung Market, Kolekjos, Taman Langit, Sektor Kotor, Villa art space, Tubgraff, dan Sara.

Dalam pameran di Kediri, mereka memamerkan 40 karya seni rupa dua dimensi. Sebanyak 11 perupa muda menuangkan kreativitas dalam media kertas, kanvas, plastik, hingga plat.

Ketua pelaksana pameran, Friski Jayantoro mengatakan pameran kali ini tak sekedar memburu eksistensi melalui eksibisi karya. Seluruh kreativitas yang dibangun merupakan gambaran para seniman dalam memandang realita. “Semua membahas tentang keresahaan dan kekaguman yang dialami selama proses berkarya satu bulan penuh,” terang Friski, Kamis 14 Maret 2019.

Fenomena politik, pembangunan, sejarah, dan agama diprotret dalam bingkai karya seni. Degradasi tata krama dan perubahan pola pikir berlangsung secara masif tanpa bisa dihindari.

Tak berlebihan jika pada akhirnya para seniman menganggap terjadinya pergeseran orientasi masyarakat Kediri yang lebih mementingkan mayoritas dan memarginalkan minoritas. “Timur Liar menjadi jembatan ekspresi seniman dengan masyarakat milenial yang kerap luput memperhatikan hiruk pikuk kota,” kata Friski.

Friski menambahkan, pembacaan pergeseran perilaku manusia dalam sebuah lingkup wilayah menjadi hal yang menarik dilakukan. Aagar orang yang tinggal dalam wilayah tersebut dapat berubah ke arah yang baik.

Karena itu tema “folk” dipilih menjadi topik kegiatan yang diambil dari Bahasa Inggris berarti “orang-orang”. Kegiatan ini lebih membicarakan upaya seniman mengamati perubahan yang ada dan sedang terjadi di sekitarnya. Entah pergeseran menuju sesuatu yang baik, atau malah menjadi menakutkan.

Pameran yang berlangsung selama satu pekan ini cukup menarik perhatian publik. Sejak tanggal 6 – 13 Maret 2019 kantor AJI Kediri terus didatangi masyarakat dan pelaku seni. Sebab tak hanya memamerkan karya dua dimensi, acara ini juga diikuti dengan workshop water colour oleh seniman mural Dodoth.

Selain itu, para pengunjung juga bisa mencecap ilmu tentang drawing dari seniman Dandy, serta workshop terrarium dari Alfi. Di hari keempat digelar diskusi bebas bersama mahasiswa Kediri. Disambung dengan life graffiti jamming dan life mural jamming yang diikuti sejumlah seniman.

Sebelum menuangkan dalam karya, para seniman terlebih dulu mengawasi perilaku orang-orang sekitar. Kemudian membuat temuan terkait perubahan tingkah laku, sikap, permasalahan, dan lain-lain. Baru diwujudkan melalui karya seni dengan media apa saja seperti kertas, kanvas, tembok, atau sebuah catatan. (*)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.