READING

Pandemi Covid-19 Tumbuhkan Solidaritas Warga Kedir...

Pandemi Covid-19 Tumbuhkan Solidaritas Warga Kediri

KEDIRI – Keluhan para tenaga medis tentang minimnya alat perlindungan diri (APD) memicu simpatik banyak pihak untuk bergerak. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan pegawai Imigrasi adalah dua yang tergerak.

Masih ingat curhatan Minarsih dan Tri Sudaryati, dua perawat ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kediri tentang minimnya APD di tempat mereka bekerja. Dua perawat ini menyampaikan minimnya APD yang dimiliki dengan resiko keselamatan tinggi di ruang isolasi. Mereka pun memanfaatkan aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi dengan pasien.

Tak disangka, curhatan Minarsih dan Tri Sudaryati langsung menuai banyak respon dari masyarakat. Salah satunya dari Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang menyumbang 100 pcs APD kepada rumah sakit dan puskesmas di Kota Kediri. “Ini saya ambilkan dari gaji pribadi,” kata Abu Bakar.

Respon sama dilakukan para pegawai Kantor Imigrasi Kediri terhadap pandemi Covid-19. Mereka ramai-ramai menggalang donasi untuk disumbangkan kepada para tenaga medis di rumah sakit Kabupaten Kediri.

Uang hasil donasi bersama itu kemudian diwujudkan dalam pengadaan APD berupaa baju hazmat yang dipakai tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19. “Jangan sampai ada korban lagi dari tim medis. Sudah seharusnya kita berikan dukungan baik moril maupun materi,” kata Kepala Kanim Kediri Rakha Sukma Purnama.

Tak hanya petugas medis, donasi karyawan Kantor Imigrasi ini juga didistribusikan kepada masyarakat yang menjadi korban pandemi secara tak langsung. Mereka adalah para pekerja informal yang terpuruk karena kehilangan sumber pendapatan. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako terdiri dari beras, gula, minyak goreng, dan mie instan, yang dibagikan kepada warga di Desa Grogol, Kabupaten Kediri. “Ada juga hand sanitizer dan masker untuk warga,” kata Rakha.

Kasus Positif Bertambah

Penyebaran wabah Covid-19 di Kota dan Kabupaten Kediri terus bertambah. Selasa, 14 April 2020, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Kediri Dr. Fauzan Adima mengumumkan penambahan satu kasus lagi di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kediri.

Ini adalah kasus ke-7 yang terjadi di Kota Kediri. Korban diduga terpapar virus Corona saat berobat di sebuah rumah sakit di Kota Surabaya. Setelah itu pasien berobat lagi dan pindah menjalani rawat inap di RS Darmo Surabaya sampai sekarang. “Saat dilakukan tes swab oleh rumah sakit Darmo ternyata positif Covid-19,” kata Fauzan.

Di Kabupaten Kediri jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 12 kasus. Kasus terakhir terjadi pada tanggal 13 April 2020, di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem. Saat ini pasien dirawat di RSUD Gambiran Kota Kediri.

“Kasus ini merupakan klaster baru, dan gugus tugas melakukan tracing untuk menelusuri riwayat pasien tersebut,” kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Chotib. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.