READING

Para Perempuan Penyelamat Korban Bencana di Perair...

Para Perempuan Penyelamat Korban Bencana di Perairan

SURABAYA– Desember 2019, hujan mulai lebat di berbagai wilayah Jawa Timur. Terkadang hujan disertai dengan angin bahkan potensi banjir. Pemkot Surabaya menyiapkan tim penyelamat untuk evakuasi korban bencana di perairan. Tim ini tak hanya terdiri dari laki-laki, tapi juga perempuan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christianto mengatakan, pembentukan tim penyelamat perempuan bertujuan untuk mengevakuasi korban bencana yang berjenis kelamin perempuan agar korban perempuan merasa lebih nyaman.

Sesuai arahan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dalam penanganan korban bencana juga harus dilakukan dengan profesional. Artinya, di perairan, apabila korbannya perempuan, maka yang menolong juga perempuan.

“Sebenarnya, untuk pertolongan kepada korban (bencana) tak ada pembedaan petugasnya apakah laki-laki atau perempuan, karena yang terpenting adalah orangnya selamat dulu,” ujar Eddy, Selasa (24/12/2019) sebagaimana rilis yang diterima Jatimplus.id.

Tim penyelamat perempuan, anggotanya merupakan gabungan dari aparat Satpol PP, BPB, Linmas, dan PMK tersebut terbentuk bulan November 2019.

“Untuk pelatihan, kita sudah bekerjasama dengan Basarnas dan Marinir, berkaitan dengan strategi dan langkah-langkah penyelematan korban di sungai dan laut,” kata Risma.

Tim evakuasi korban bencana Pemkot Surabaya khusus laki-laki telah berlatih penyelematan di laut. Sedangkan, tim perempuan, selama satu bulan ini mendapatkan pelatihan penyelematan di sungai.

Satgas perempuan yang bertugas sebagai penyelamat di perairan, baik laut maupun sungai, berasal dari BPB dan Linmas sebanyak 10 orang, Satpol PP 6 orang, sementara PMK belum ada. Di PMK kebanyakan para petugasnya adalah laki-laki.

Eddy Christianto menambahkan, untuk kesiagaan sekaligus sinergitas tanggap bencana, pemerintah kota telah melaksanakan apel khusus dengan Polrestabes Surabaya, Selasa (17/12/2019). Selain menyiagakan para petugas, pemerintah kota juga menyiapkan peralatan yang digunakan.

BPB dan Linmas memiliki 15 unit perahu, Satpol memiliki 6 unit perahu, dan PMK 4 unit perahu semuanya siap siaga. Juga menyiapkan chainsaw (gergaji-red) untuk menangani pohon tumbang, genset, lampu, dan peralatan lain yang mendukung.

Eddy mengatakan, pihaknya telah melakukan cek kesiapsiagaan tim penanggulangan bencana, yakni Linmas, Satpol dan PMK November 2019. Dalam pemeriksaan kesiagaan, dilakukan tes Samapta dan kesehatan untuk menjaga kesehatan, agar mereka benar-benar fit. Kemudian, dilakukan tes psikologi bekerjasama dengan lembaga perguruan tinggi, guna mengukur mental mereka menghadapi Natal dan Tahun Baru (Titik Kartitiani). 

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.