READING

Pasang Target Tinggi, Atlet Angkat Besi Latihan Ru...

Pasang Target Tinggi, Atlet Angkat Besi Latihan Rutin Saat Pandemi

KEDIRI – Pandemi mengubah banyak hal, termasuk ketidakpastian jadwal pertandingan olahraga baik nasional maupun regional. Meski demikian, KONI Kota Kediri tetap menyiapkan para atletnya untuk latihan rutin sejak Juni silam. Salah satunya cabang olahraga (cabor) angkat besi.

Berlokasi di belakang Stadion Brawijaya, sekitar 50 orang atlet angkat besi Kota Kediri baik laki-laki dan perempuan berlatih rutin setiap hari. “Latihan setiap Hari Senin sampai Sabtu, Minggu mereka pemanasan saja di rumah,” kata Eko Agus Koko, pelatih angkat besi dan juga ketua PABBSI (Persatuan Angka Besi, Angkat Berat, dan Binara Seluruh Indonesia) Kota Kediri.

Atlet yang ikut latihan berasal dari kalangan yang beragam. Mulai dari atlet yang sudah berpengalaman membawa medali, hingga atlet yang baru ikut tahun ini. Rentang usianya mulai usia Sekolah Dasar (SD) hingga dewasa, tergantung dari kelas yang diikuti. “Ada yang dari SD sudah ikut. Tidak semuanya harus berbadan besar, kita pelajari tekniknya di sini,” kata Koko sambil menunjukkan salah satu atlet binaannya.

Atlet-atlet binaan Koko menunjukkan semangat dan prestasi yang gemilang. Saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019 saja, tim angkat besi Kota Kediri berhasil membawa 21 emas, 19 perak, dan 4 perunggu. “Tahun ini kami tergetkan sama, minimal 21 emas. Kalau di angkat besi itu sudah kelihatan saat latihan. Kita bisa memangkan pertandingan atau tidak,” kata Koko yang optimis timnya bisa meraih targetnya.

Terkait dengan protokol kesehatan selama pandemi, Koko selalu mengingatkan untuk jaga jarak. Selain itu, latihannya dibagi dua shift sehingga menghindari potensi berkerumun. Selain itu, perlu asupan gizi seimbang agar kondisi fisiknya prima. Ia tidak ingin memberatkan atletnya dengan aturan makan yang membebani. “Tidak harus diet macam-macam. Intinya, sesuai dengan berat badan saja,” tambah Koko.

Dimas Nur Itamar yang saat ini baru masuk SMP tampak bersemangat mengikuti latihan rutin. Meski badannya tidak terlihat besar dan hanya berbobot 41 kg, remaja 13 tahun ini mampu mengangkat beban 50 kg. “Dulu saya disarankankan orang tua saya untuk ikut. Saya suka juga,” kata Dimas yang sudah aktif di cabor angkat besi sejak SD.

Selain Dimas, ada Rosera yang kini sudah lulus dan sedang mendaftar perguruang tinggi. Rosera ikut pelatihan baru tahun ini ketika ia kelas IX SMA. Ia berminat ikut karena ditawari oleh pelatih yang melihat potensi pada dirinya. “Mungkin nggak umum ya. Saya perempuan, ikut angkat besi. Tapi orang tua mendukung, pesannya hati-hati saja biar tidak cidera,” kata gadis 19 tahun ini. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.