READING

Pasar Kembali Buka, Petugas Retribusi Nyambi Jadi ...

Pasar Kembali Buka, Petugas Retribusi Nyambi Jadi Ledang Protokol Kesehatan

KEDIRI – Meski new normal, masyarakat yang berbelanja di pasar jangan sampai mengendurkan protokol kesehatan ya. Pasalnya wabah corona belum sepenuhnya selesai. Bahkan saat Kota Kediri menjadi zona kuning, ada penambahan pasien positif dari klaster doa bersama dan pasar tradisional tepatnya di Pasar Pahing Kota Kediri.

Makanya pasar yang berada di Jalan Letjend MT Haryono, Kota Kediri ini ditutup sementara selama tiga hari per tanggal 10 Juli lalu. Kini pasar tradisional ini kembali buka. Namun untuk menghindari adanya temuan kasus baru, pihak pengelola semakin berhati-hati dan memberlakukan aturan yang lebih ketat.

Salah satunya dengan mewajibkan seluruh pedagang maupun pembeli selalu menggunakan masker. Mereka juga dicek suhu tubuhnya satu-satu sejak di pintu masuk. Selain itu, fasilitas cuci tangan semakin diperhatikan agar tidak sampai kehabisan air dan sabun cuci tangan. Dan yang paling mencolok adalah adanya woro-woro ke setiap pedagang oleh petugas retribusi.

“Motor ledang ini kami lakukan per hari ini (17/07),” Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, M. Ihwan Yusuf.

“Motor ledang” ini menggunakan tenaga penarik retribusi. Selain menarik retribusi ke setiap pedagang, mereka juga sekaligus menyampaikan pesan-pesan protokol kesehatan sesuai dengan arahan tim gugus penanganan COVID-19. Agar tidak terlalu capek, mereka juga membawa rekaman suara yang berisi aturan protokol kesehatan berikut pengeras suara agar bisa didengar oleh semua pedagang yang dilewati.

“Rekaman ini kami dapat dari Diskominfo. Kebetulan mereka sudah ada, jadi sekalian kami manfaatkan untuk para pedagang dan pengunjung pasar,” tambahnya.

Memutar rekaman suara di setiap sudut pasar bisa saja dilakukan. Namun menurut Ihwan, pemberdayaan para petigas retribusi ini sekaligus sebagai bentuk pengawasan. Jikalau ada yang tidak menerapkannya atau ada yang ingin tanya-tanya. “Dengan menyampaikan langsung ke pedagang biar lebih personal,” tambahnya.

Tidak hanya di Pasar Pahing saja. Ledang lokal ini juga dilakukan di pasar lainnya di Kota Kediri tepatnya di Pasar Banjaran, Pasar Setonobetek dan Pasar Centong. Hanya saja bedanya, pesan ledang ini diputar dengan memanfaatkan televisi yang sudah ada di dalam pasar sebelumnya.

Ihwan berharap, dengan adanya aksi ledang dan pemutaran video ini diharapkan para pedagang dan pembeli di pasar semakin teredukasi dan mau menerapkan protokol kesehatan. Dan tidak hanya dilakukan selama di pasar saja, tapi mereka semakin terbiasa menerapkannya di manapun agar pengendalian wabah virus bisa berhasil.

Salah satu pedagang di Pasar Pahing, Bu Har mengaku senang dengan adanya rekaman suara ini. “Lumayan, jadi kayak mendengarkan radio gitu. Lha itu suara mbaknya juga merdu,” ujar perempuan penjual serundeng ini. Menurutnya, sejak adanya rekaman suara ini para pedagang lebih tertib untuk memakai masker. “Ya daripada diingatkan sama mantri pasar atau dari pak Satpol, enak ini saja,” ujarnya tertawa. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.