READING

Pasar Koelon Tangsi Sajikan Kuliner Jadul Banyuwan...

Pasar Koelon Tangsi Sajikan Kuliner Jadul Banyuwangi

BANYUWANGI-Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur terus berinovasi. Kali ini inovasi tersebut datang dari sebuah kecamatan di barat daya Kabupaten Banyuwangi, yakni di Kecamatan Genteng. Warga Desa Genteng Kulon menyulap jalanan kampung menjadi tempat wisata kuliner yang wajib untuk dikunjungi. Sepanjang 300 meter, warga RT 5 hingga 7 tersebut berlomba-lomba menyajikan sajian kuliner jaman dulu alias jadul di area yang mereka sebut Pasar Koelon Tangsi.

Berbagai kuliner jadul seperti ongol-ongol sagu gula merah, lanun, lupis, cenil, klepon, ketan jagung, kue lumpur, bakpia, roti sumbu, dan kerupuk samiler diborong pembeli dalam waktu dua jam. Selain itu juga terdapat makanan berat yang dapat langsung di makan di tempat. Seperti gudeg, lontong sayur, sego pecel, lontong pecel, sego kucing, sego jagung, kupat kare, botok tawon, pelasan; tuna, belut, oleng, sambal goreng belut, sambal semanggi sere, dan bakso pecel.

Salah satu kuliner yang laris manis diserbu pembeli yakni bakso pecel. Meski terlihat sederhana, namun semangkok bakso pecel banyak diminati pengunjung. “Pengen coba. Kalau lontong sayur kan sudah tahu rasanya. Bakso pecel ternyata enak,” terang Eka Rahayu pengunjung asal Dusun Karangan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Semangkok bakso pecel berisi pentol, tahu, mi, ditumpuk dengan sayuran dan sambal pecel, lalu disiram dengan kuah bakso panas. Seporsi bakso pecel dipatok dengan harga Rp 5 ribu. Penjual bakso pecel di Pasar Koelon Tangsi, Nikmatul Hayah mengatakan jika ia terinspirasi dari kuliner bakso pecel yang ada di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Nikma sendiri sehari-hari membuka jasa salon rambut. Ia pun mengaku senang dapat berpartisipasi dan menambah pemasukan untuk keluarga.

Selain menyajikan aneka panganan ringan dan berat, Pasar Koelon Tangsi juga menyajikan aneka minuman tradisional. Seperti temulawak, teh secang, angsle, dan ragam kopi nusantara baik robusta maupun arabika. Aneka gorengan juga banyak diburu oleh pengunjung sebagai teman ngopi maupun nyecang.

Mengusung tema jadul, Pasar Koelon Tangsi tak hanya menyajikan jajanan dan masakan tradisional saja. Namun sekaligus mewajibkan penjualnya berpakaian kebaya dan sewek. Terdapat pula beberapa spot selfie dengan konsep zaman kolonial Belanda dengan adanya bangunan tua. Tak hanya itu, terdapat puluhan warga yang memakai kostum serdadu Belanda yang tak kalah menarik perhatian dan diajak groovie oleh para pengunjung.

Panitia Pasar Koelon Tangsi mengenakan pakaian jadul. Foto: Jatimplus.ID/Suci Rachmaningtyas.

“Berangkat dari ide yang jadul-jadul ya, tangsi itu kan juga merupakan salamah. Dan kita itu juga mengangkatnya dari era 80-an bahkan sebelumnya. Kita ingin memunculkan nostalgia orang-orang yang dulu pernah berada di Genteng dan sekitarnya untuk kembali merasakan nuansa itu,” jelas Ketua Panitia Pasar Koelon Tangsi, Eko Suprayogi kepada Jatimplus, Sabtu (22/02).

Menurut Yogi, tema historis merupakan konsep tepat dalam menggambarkan wilayah Kecamatan Genteng dan sekitarnya. Asal usul kata “tangsi” merupakan sebutan lama untuk keberadaan kantor polisi atau penjara yang berada tak jauh dari lokasi pasar. Yogi menjelaskan jika zaman dahulu orang menggunakan kata tangsi untuk menjelaskan di mana tempat tinggalnya. Seperti sebutan kulon tangsi atau barat kantor polisi. Sehingga tangsi menjadi pusat atau ikon di Kecamatan Genteng.

“Sejak dari saya kecil, sekitar tahun 80an, sebutan tangsi itu masih populer. Jadi ikatan historis itulah yang akan kita tonjolkan,” papar Yogi.

Yogi mengaku akan terus mematangkan konsep Pasar Koelon Tangsi bersama seluruh warga Desa Genteng Kulon khususnya di sekitar Jalan Raung. Nantinya penampilan tradisional seperti musik keroncong serta pusat mainan jadul akan turut ditampilkan sebagai pelengkap hiburan warga.

Yogi berharap kegiatan ini dapat menjadi stimulan agar warga memiliki kegiatan produktif melalui konsep pariwisata kreatif. Dengan adanya Pasar Koelon Tangsi ini, ia juga berharap dapat menambah ragam pilihan destinasi kuliner bagi wisatawan ketika berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Pasar Koelon Tangsi ini dapat Anda jumpai satu minggu sekali. Yakni setiap hari Sabtu pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

Reporter: Suci Rachmaningtyas
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.