READING

Pasca Hujan Angin, Tim Gabungan Lakukan Pembersiha...

Pasca Hujan Angin, Tim Gabungan Lakukan Pembersihan Pohon Tumbang di Kota Kediri

KEDIRI– Pasca hujan angin yang melanda Kota Kediri (9/12) sore, sejumlah petugas turun melakukan pembersihan. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) dikerahkan untuk membersihkan pohon-pohon tumbang.

“Sudah 80 persen selesai. Mungkin nanti sore sudah selesai,” terang Bambang Riadi, koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Kediri (10/12).

Diketahui ada puluhan pohon tumbang yang terjadi di sejumlah ruas jalanan Kota Kediri. Tiga di antaranya menimpa tiga mobil yang berada di lokasi yang berbeda yakni di Jalan Sriwijaya, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Diponegoro, Kecamatan Kota. Sebagian juga menimpa kabel PLN dan kabel Telkom.

“Ada pula satu yang menimpa rombong PKL, rumah kosong, dan kanopi bengkel,” katanya.

Paling parah ada di kawasan wisata Sumber Jiput, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri. Diketahui tumbangnya salah satu pohon besar di sana menimpa warung kopi milik Hendrik Wijaya (38). Akibatnya Hendrik bersama istrinya yakni Wiwik (36) menderita luka ringan.

Bahkan salah satu pembelinya yakni Wahyu Mukti Prasetio (19) meninggal dunia akibat cedera parah di bagian kepala. Mahasiswa IAIN Kediri ini diketahui sedang ngopi bersama dengan rekan-rekannya saat kejadian. Sayang dia terlambat menyelamatkan diri ketika pohon menimpa warung tempatnya berteduh.

“Semua korban sudah dievakuasi ke RSUD Gambiran 2 dan dilakukan penanganan lanjutan,” jelasnya.

Tidak hanya melakukan pembersihan, tim gabungan juga melakukan sweeping di seluruh kawasan kota. Sejauh ini belum ada temuan maupun laporan rumah warga yang rusak parah.

“Kecamatan Pesantren yang biasanya sering ada rumah rusak akibat angin, terpantau aman semua. Dan sejauh ini dari dua kecamatan lainnya belum ada laporan. Kita pantau terus hingga dua hari ke depan,” urainya.

Mengingat kejadian ini murni bencana, belum ada rencana pemberian ganti rugi untuk warga yang mengalami kerugian material. Meski demikian tidak menutup kemungkinan, beberapa warga Kota Kediri yang mengalami cedera akibat kejadian ini nantinya mendapat bantuan logistik maupun biaya pengobatan.

“Saat ini instansi terkait seperti dinas sosial masih melakukan pendataan. Belum tahu nanti kepastiannya seperti apa,” terangnya.

Begitu pula dengan korban jiwa. Menurut Bambang, biasanya yang bersangkutan mendapat dana santunan. Namun mengingat korban jiwa adalah warga Kabupaten Kediri, instansi terkait sedang melakukan koordinasi dengan pihak lainnya yakni Dinsos Kabupaten maupun Provinsi Jatim.

“Kalau pihak terkait perlu data nama dan alamat, kami siap membantu,” tegasnya.

Bencana hujan angin ini menjadi awal dari musim penghujan pada akhir tahun ini. Diperkirakan curah hujan masih akan tinggi hingga beberapa bulan ke depan. Maka, Bambang memberi imbauan kepada seluruh masyarakat untuk bersiap siaga terhadap kondisi di sekitarnya.

Ketika hujan deras, hindari berteduh di bawah pohon maupun di tempat yang dekat dengan pohon besar. Cek selalu kondisi rumah apakah cukup kuat untuk dijadikan tempat berlindung atau tidak.

“Jika tempat berteduh sudah tidak layak, diharapkan masyarakat berinisiatif untuk mencari tempat perlindungan yang lebih aman,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.