READING

Pasien Covid-19 Kabupaten Kediri Sembuh

Pasien Covid-19 Kabupaten Kediri Sembuh

KEDIRI – Upaya penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Kediri mulai menampakkan hasil baik. Seorang pasien asal Ngadiluwih dinyatakan sembuh dan telah berkumpul dengan keluarganya.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr. Ahmad Chotib mengatakan pasien tersebut dinyatakan sembuh menjalani pemeriksaan laboratorium swab, dan dinyatakan negatif.

“Satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari Desa Ngadiluwih yang selama ini dirawat di Surabaya, telah sembuh dan diperbolehkan pulang,” kata Ahmad Chotib, Selasa 12 Mei 2020.

Dengan hasil ini, dia berharap masyarakat bisa menerima pasien itu seperti sedia kala. Dia memastikan kesembuhan pasien asal Ngadiluwih ini sehingga tak perlu dijauhi.

Namun demikian masyarakat tetap diminta menaati prosedur physical distancing dan menjaga kebersihan diri. Jika semua warga mematuhi ketentuan ini, pandemi corona diharapkan bisa lebih cepat berlalu.

Sementara itu terkait 46 warga di Kecamatan Semen dan Blabak yang merupakan pekerja pabrik rokok Tulungagung, pemerintah telah memastikan seluruhnya mengikuti pemeriksaan swab. Pemeriksaan dilakukan di Puskesmas Semen dan Puskesmas Blabak. “Hasil swab dapat diketahui dalam jangka waktu 4-5 hari ke depan,” kata Chotib.

Bantuan Langsung Tunai

Di saat yang sama Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah melaksanakan pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada warga yang terdampak Covid-19. Penyerahan BLT dilaksanakan di gedung Balai Desa Janti, Senin 11 April 2020.

Sebanyak 120 warga Desa Janti menerima bantuan tersebut untuk kelangsungan hidup mereka sebulan. Para penerima ini adalah pekerja non formal seperti pedagang kaki lima di sekolah, korban PHK, dan tukang dekorasi pengantin. “Mereka juga belum terdata atau bukan penerima PKH, BPNT, dan jaring pengaman sosial lainnya,” kata Kepala Desa Janti, Didik Sujatmiko.

Didik menjelaskan dana BLT diambilkan dari 25 persen dana desa atas persetujuan perwakilan warga dan perangkat desa. Setiap kepala keluarga mendapatkan Rp 600 ribu per bulan yang diberikan selama tiga bulan ke depan. Desa Janti merupakan desa pertama yang telah menyalurkan BLT kepada warga yang terdampak Covid-19. (Advertorial)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.