READING

Pasien Positif Corona ke-2 Terkonfirmasi di Kota K...

Pasien Positif Corona ke-2 Terkonfirmasi di Kota Kediri

KEDIRI– Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengkonfirmasi seorang warganya positif Corona. Pernyataan itu disampaikan melalui konferensi pers jarak jauh pada Rabu petang, 1/04/2020. “Satu pasien yang dirawat di RS SLG Kediri berdasarkan hasil tes positif Covid-19. Pasien tersebut kita sebut sebagai Kediri Kota 2 merupakan teman sekantor dari pasien Kediri Kota 1,” kata Mas Abu.

Menurut laporan yang ia terima, kondisi pasien kini bagus. Melalui pantauan corona.kediri.go.id per 1/04/2020, jumlah kasus terkonfirmasi 2 kasus, PDP 1 kasus, ODP 87 kasus, dan ODR 573 kasus. Setelah diketahui hasil tes pasien Kediri Kota 2 positif, maka petugas melakukan tracing pada kontak terdekat.

“Berdasarkan rapid test yang dilakukan terhadap keluarga pasien Kediri Kota 1 dan 2, semuanya dinyatakan negatif,” tambahnya. Hanya saja Mas Abu mengimbau kepada keluarga, tetangga, dan warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien untuk melakukan isolasi mandiri.

Pasien Kediri Kota 2 bertempat tinggal di Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Berbeda dengan kasus di Tinalan (tempat tinggal pasien Kediri Kota 1) langsung dikarantina, untuk Balowerti ini tidak dilakukan karantina.

Menurut Mas Abu, setelah mempelajari dan mengevaluasi dari pengalaman pertama di Tinalan, karantina satu RT tidak perlu dilakukan. Untuk kawasan Balowerti ini, Mas Abu menerapkan isolasi mandiri dalam pengawasan. Artinya, lalu lintas masyarakat masuk dan keluar kawasan dipantau oleh petugas untuk mengantisipasi penyebaran virus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adhima M.Kes., mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tinggal di rumah bagi yang tidak punya kepentingan keluar.

“Soal riwayat pasien yang kedua ini, rutenya hanya kantor dan rumah dalam seminggu ini, sama seperti pasien pertama. Tidak mampir ke mana-mana,” kata Fauzan. Fauzan memaparkan tentang langkah yang dilakukan petugas. Ketika diketahui ada pasien yang postif, kemudian dilakukan tracing siapa saja kontak erat kemudian melakukan isolasi mandiri. Kontak erat itu dilakukan rapid test, jika positif maka dilakukan isolasi di rumah sakit dan dilakukan tes swab.

Menurut Fauzan, idealnya memang rapid test dilakukan untuk semua orang. Hanya karena keterbatasan fasilitas, maka sesuai dengan keputusan pemerintah, rapid test diutamakan untuk 4 golongan yaitu tenaga kesehatan yang merawat pasien postif Covid-19, PDP, ODP, dan orang-orang kategori kontak erat namun berpotensi rendah.

Si Jamal Beraksi

Sementara itu, di Perumahan Permata Jingga, tempat tinggal pasien Kediri Kota 1 memasuki hari ke-4 isolasi lingkungan, Si Jamal turun tangan untuk memberikan bantuan berupa sayuran dan lauk mentah bagi 122 KK di perumahan tersebut pada Rabu (1/4). Si Jamal (Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial), sebuah gerakan amal Pemkot Kediri yang menggandeng sejumlah lembaga amil zakat dan infaq.

“Bantuan sembako kemarin sudah ada dari Dinas Sosial Kota Kediri, sekarang gantian Si Jamal yang menyalurkan sayuran dan lauk mentahnya”, kata Fauzan.

“Si Jamal juga belanjanya di pasar tradisional di wilayah Kota Kediri, ini juga mengkonfirmasi bahwa stok pangan di Kota Kediri aman, masyarakat tidak perlu panik,” tambahnya.

Karena isolasi lingkungan, warga Perumahan Permata Jingga memang tidak bisa keluar untuk membeli bahan makanan dan lauk pauk, peran Si Jamal membuat warga yang berada di perumahan Permata Jingga bisa tenang sepanjang 14 hari masa isolasi lingkungan.

“Hari ini kami juga siapkan mobil ATM keliling dari Bank Jatim di depan gerbang perumahan, jadi warga juga masih bisa melakukan transaksi perbankan atau mengambil uang jika dibutuhkan,” tambah Fauzan.

“Jadi, agar tidak salah sasaran, sebaiknya semua bantuan difokuskan pada Si Jamal. Masyarakat tidak perlu ragu, insyaAllah bantuannya tepat sasaran,” begitu pesan Fauzan menutup wawancara.

Masyarakat yang hendak berdonasi melalui gerakan Si Jamal bisa mentransfer ke rekening Rumah Zakat: Bank Mandiri 1320004819745, Baitul Maal Hidayatullah : BRI Syariah 1040358028, Lembaga Manajemen Infaq : Bank Syariah Mandiri 708 2604 191,  Yatim Mandiri : BRI 00960100196930 dan Nurul Hayat : BNI Syariah 710087995. Konfirmasikan uang yang telah ditransfer ke Call Center Covid-19 Kota Kediri 0354 – 2894000 atau WhatsApp ke 0811 3787 119 (Titik Kartitiani).

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.