READING

Pasukan Tukang Becak Pengantar “Sahabat” dan Semba...

Pasukan Tukang Becak Pengantar “Sahabat” dan Sembako Untuk Warga Kota Kediri Terimbas Corona

Selain masyarakat ekonomi lemah yang terdaftar di Dinsos Kota Kediri, Pemkot Kediri juga memberi perhatian pada golongan masyarakat menengah yang terdampak pandemi dengan membagikan Kartu Sahabat (Santunan Hadapi Bencana Tunai) sejumlah  23.841 lembar dan beras 10 kg dimulai di Kelurahan Semapir, Kecamatan Kota, 24/04/2020. Tak hanya itu, dalam pembagiannya juga melibatkan jasa tukang becak agar para tukang becak ini tetap mendapat penghasilan dengan bekerja.

“Kartu Sahabat ini diberikan untuk warga Kota Kediri yang terimbas Covid-19 tapi belum terdaftar dalam bantuan pemerintah sebelumya. Baik itu bantuan dari pusat dan daerah,” kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar ketika memulai pembagian.

Pandemi ini memberikan imbas ekonomi pada semua orang. Tak hanya golongan ekonomi lemah, juga golongan ekonomi menengah pun menjadi kesulitan bahkan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pokok. Oleh karena itu, Pemkot Kediri membagikan Kartu Sahabat yang berisi saldo Rp 200.000,-/bulan dan akan di top up tiap bulan hingga Desember 2020.  Selain kartu, juga mendapatkan 10kg beras dan masker tenun ikat Kediri.

Penerima Kartu Sahabat ini difokuskan untuk masyarakat informal yang belum menerima bantuan dari pusat dan daerah (misalnya Si Jamal), tidak ada anggota keluarganya yang ASN dan TNI/Polri juga pensiunan, dan ber-KTP Kota Kediri. Bantuan dari Pusat yaitu PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Covid, dan BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Pembagiannya pun dilakukan menggunakan jasa tukang becak. Tujuannya agar tukang becak ini tetap mendapatkan pekerjaan, tidak sekadar mendapatkan bantuan.

“Setiap KK dapat Rp 5.000,-. Saya mengantarkan untuk 10 KK, ini sudah lumayan,” kata Utari (54 tahun), tukang becak yang biasa mangkal di sekitar Semampir. Pendapatannya turun drastis ketika Covid-19 dan penumpang bus menurun. Utari mengantarkan 2 kantong beras @5kg per KK sehingga sepagi ini dia mendapatkan upah Rp 50.000,-. mengantarkan paket di RT 1/RW 1.

Semampir merupakan terminal bayangan, tempat bus jurusan Surabaya dan Malang ngetem untuk mengakut penumpang. Ketika penumpang sepi, efeknya tak hanya tukang becak tapi juga kios makanan yang ada di sekitarnya juga sepi.

“Sekarang sama sekali tidak ada yang beli. Makanya terima kasih dapat bantuan” kata Masro’in (60 tahun), pemilik kios yang biasa menjual makanan ringan yang menerima Kartu Sahabat. Pada saat menerima bantuan, meja tempat menaruh dagangan segar kosong. Sejak pandemi, ia tak lagi menjual makanan basah.

Selain kios makanan, Sudarsih (50 tahun) yang menyulap rumahnya menjadi tempat parkir pun terdampak. Jika biasanya ia bisa mendapatkan Rp 50.000,- hingga Rp 100.000,-/hari, hari ini ia hanya mendapatkan 2 kendaraan yang menggunakan jasanya.

Kartu Sahabat mengunjungi wajah berbeda bagi masyarakat yang terimbas. Bila sebelumnya masyarakat yang sudah terdata di Dinsos, kini masyarakat yang tampak berkecukupan namun sesungguhnya tabungan sudah menipis bahkan sudah tidak ada lagi. Rumah mereka tampak bagus, tapi tidak ada pendapatan bahkan makanan.

“Semua warga mengajukan karena memang semua juga merasakan kesulitan. Makanya semua kami data, baru dianalisa Dinsos dan Tim Pemkot, mana yang diprioritaskan,” kata Pudiyanto, Ketua RT 1/RW 1, Kelurahan Semampir.

“Se-Kota Kediri total 46 kelurahan, sebanyak 23.841 KK mendapatkan kartu sahabat. Untuk hari ini sejumlah 5 kelurahan sebanyak 1.850 KK penerima,” kata Triono Kutut, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri.

Para petugas mendata warga penerima kartu “Sahabat”.
Kartu “Sahabat” siap dibagikan.
Pasukan tukang becak pengantar sembako dan kartu “Sahabat” berkumpul di Balai Kelurahan Semampir Kota Kediri.
Ratusan paket beras siap diantarkan ke warga terdampak corona.
Walikota Kediri memperkenalkan kartu “Sahabat” atau Santunan Hadapi Bencana Tunai.
Tukang Becak dikawal oleh petugas keamanan saat mengantarkan paket ke warga.
Salah satu warga menerima paket bantuan yang langsung diberikan oleh tukang becak.

Teks oleh Titik Kartitiani, foto oleh Adhi Kusumo (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.