READING

Pemain Film The Santri Tidak Menerima Santri Tebui...

Pemain Film The Santri Tidak Menerima Santri Tebuireng Jombang?

JOMBANG- Perayaan Hari Santri yang jatuh 22 Oktober tinggal 3 hari lagi. Namun casting pemain film The Santri yang menurut promonya bakal dilaunching tepat di peringatan hari santri, masih baru  akan dimulai.

Manajemen film The Santri memilih dua tempat sebagai seleksi calon pemain film. Selain Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, juga Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya.

Menurut Pengurus Pondok Pesantren Induk Mamba’ul Ma’arif Robeth, proses  seleksi pemain The Santri dipimpin langsung tim manajemen dari Jakarta. Mereka berharap seleksi di Denanyar ini mampu menemukan santri Denanyar yang bakat berakting.

“Pengurus pondok hanya membantu, untuk yang menilai langsung tim dari Jakarta sendiri, “kata Robert. Setiap asrama dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar mendapat kesempatan mengirim wakilnya untuk ikut casting.

Entah apa alasanya, proses casting Film The Santri hanya berlaku untuk para santri Mambaul Ma’arif. Pihak manajemen tidak memberi kesempatan kepada santri luar Ponpes Mambaul Maarif maupun masyarakat umum.

“Ini memang khusus untuk santri Denanyar, tidak boleh buat pesantren lain. Itu informasi yang kita terima, “tambah Robert.

Kebijakan itu membuat Abdurrahman, salah seorang santri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, terpaksa gigit jari. Melalui pamflet casting yang dia baca di grup WA, Abdurrahman mencoba ikut mendaftar. Namun pihak manajemen langsung menolaknya karena dirinya bukan santri Ponpes Denanyar.

“Awalnya sempat tidak percaya ada seleksi untuk pemain Film The Santri karena kabar yang berkembang film ini akan tayang pada hari santri. Tapi setelah konfirmasi ternyata memang ada. Hanya saja saya ditolak,” ujarnya.

Sementara itu casting pemain film The Santri di salah satu gedung PWNU Jawa Timur pada 20 Oktober 2019,  terbuka untuk umum. Tidak ada syarat khusus pesantren tertentu. Semua yang merasa punya bakat boleh mendaftar.

“Syarat-syaratnya berprestasi, bisa acting, bisa bahasa Inggris, mempunyai keahlian khusus di bidang kesenian contoh silat, tinggi 163 cm,” jelas panitia seleksi Cak Djaz, Sabtu (19/10).

Meski terbuka untuk umum, casting panitia tetap memberlakukan kepada mereka yang masih berada dalam lingkungan nahdliyin. Mereka yang mendaftar tetap harus menunjukkan rekomendasi dari pesantren atau perguruan tinggi berbasis NU.

Selain itu juga ada syarat memiliki Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu).Selain identitas lengkap, dalam formulir pendaftaran juga mencantumkan kolom peran yang diambil (protagonis atau antagonis). Kemudian juga mengisi kolom berat badan, tinggi badan, dan akun media sosial.

“Silahkan form dikirim via whatshapp dan registrasi ulang besok pukul 12.00 WIB. Jangan lupa rekom pesantren atau pakai kartanu,  dan atau rekom lembaga banom di lingkungan NU, “terangnya.

Reporter : Syarif Abdurrahman
Editor : Mas Garendi

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.