READING

Pemerintah Madiun Kucurkan Milyaran Untuk Atletnya

Pemerintah Madiun Kucurkan Milyaran Untuk Atletnya

MADIUN – Atlit Kota Madiun tengah bersuka cita. Pemerintah mengucurkan anggaran cukup besar untuk membiayai pembinaan dan kesejahteraan layak.

Jika tahun sebelumnya anggaran untuk pembinaan atlit hanya Rp 800 juta per tahun, kali ini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Madiun mengucurkan Rp 5,9 milyar. “Kenaikan ini signifikan. Pemkot Madiun ingin ada perhatian lebih kepada bidang olahraga dan atletnya,” kata Rusdiyanto, Sekretaris Daerah Kota Madiun kepada Antara, Kamis 29 November 2018.

Anggaran tersebut, menurut Rusdiyanto, sudah masuk dalam pembiayaan KONI pada APBD 2019. Sehingga organisasi tersebut tak perlu lagi kelabakan membiayai pembinaan dan kegiatan olahraga di Mojokerto.

Rencananya KONI Madiun akan mendaftarkan atlitnya dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019 yang akan digelar di empat kota. Mereka adalah Bojonegoro, Gresik, Lamongan, Tuban.

Rusdiyanto menjelaskan dana tersebut sudah teralokasikan penggunannya dengan detil. Yakni Rp 3,1 milyar untuk anggaran rutin dan pemusatan latihan. Pembinaan saat prakualifikasi sebesar Rp 700 juta, dan biaya pelaksanan mengikuti Porprov sebesar Rp 2 milyar.

Tak hanya Porprov, KONI Kota Madiun juga akan melakukan pembibitan atlet secara layak melalui pertandingan olahraga pelajar. “Pelatih juga akan diikutkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan atlet,” kata Rusdiyanto.

Pemerintah Kota Madiun juga memfasilitasi sarana latihan atlet berprestasi, baik tingkat daerah maupun regional. Mereka diperkenankan menggunakan sarana dan prasarana olahraga yang telah disediakan pemerintah daerah setempat.

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019 akan mempertandingkan 33 cabang olah raga. Pembukaan Porprov VI ini rencananya akan dilakukan di Lamongan. Kabupaten ini berhasil mendapatkan perhatian KONI Jawa Timur sebagai penyelenggara, mengungguli tiga kabupaten lain yang ikut menyelenggarakan. “Porprov Jatim VI akan berlangsung pada Juli tahun 2019, yang Insyaallah pembukaannya akan diselenggarakan di Lamongan,” kata Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Jawa Timur, Sucipto.

Kesiapan Lamongan menjadi tuan rumah Porprov memang tak main-main. Sejumlah atlet Lamongan telah memiliki pengalaman tanding tingkat internasional. Diantaranya adalah cabang olahraga gulat di Bulgaria, aeromodelling di Perancis, dan petanque di Kuala Lumpur. Dengan menjadi tuan rumah sekaligus tempat pembukaan, akan memacu prestasi atlet Lamongan ke depan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.