READING

Pemkot Alihkan Dana Prodamas Untuk Tangani Wabah C...

Pemkot Alihkan Dana Prodamas Untuk Tangani Wabah Corona

KEDIRI – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Kediri dalam menangani wabah virus corona. Walikota Abdullah Abu Bakar pun mengambil langkah berani dengan menghapus Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) 2020. Langkah tidak populis ini diharapkan bisa menjadi solusi dalam menangani bencana ini.

“Yang kita hapus hanya tahun 2020 saja. Untuk selanjutnya tetap akan dilaksanakan mulai 2021”, terang Mas Abu dalam siaran pers.

Anggaran Prodamas tahun ini dianggarkan sebesar Rp 144 miliar. Rencananya dana ini akan diberikan sebesar Rp 100 juta per RT. Tahun ini anggaran prodamas lebih besar dua kali lipat dari periode sebelumnya yang hanya Rp 50 juta per RT per tahun.

“Semuanya akan dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Kediri,” tegasnya.

Mas Abu menjelaskan bahwa penanganan Covid-19 ini tidak hanya dari segi pencegahan saja. Anggaran pengalihan tersebut nantinya juga digunakan untuk membackup bantuan sosial untuk warga terdampak selama masa wabah hingga pandemi ini selesai.

“Penanganan corona tidak hanya persoalan beli APD, atau mengobati yang sakit. Tapi juga memberi makan warga yang kelaparan,” tandas Mas Abu.

Keputusan pengalihan anggaran ini sebenarnya tidak hanya dilakukan Kota Kediri saja. Hampir seluruh wilayah di Indonesia juga berusaha mencari sumber pendanaan baru yang bisa dialihkan untuk menangani virus corona. Ada yang memotong gaji pegawai, mengalihkan dana perjalanan dinas, hingga dana event besar yang batal akibat wabah virus.

“Kota Kediri seperti kota-kota lain saat ini. Kita harus mengeluarkan anggaran besar untuk menangani masalah ini, tapi di sisi lain pendapatan juga turun drastis,” tambahnya.

Diketahui bersama, wabah Covid-19 ini merontokkan perekonomian lokal hingga nasional. Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun terpukul karena sektor usaha lesu, pusat perbelanjaan, restoran, cafe, wisata, hiburan, hotel dan event tidak berjalan. Padahal dari sanalah, Pemkot mendapatkan pajak pendapatan.

Sementara dana perimbangan atau dana transfer dari pemerintah pusat juga angkanya turun. Seperti Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Insentif Daerah, semua berkurang karena pendapatan pemerintah pusat pun ikut menurun.

“Covid-19 ini sudah ditetapkan sebagai bencana nasional, pemerintah harus mengedepankan penanganan ini,” katanya.

Walikota muda ini berharap pengalokasian dana prodamas untuk penanganan wabah ini menjadi keputusan yang tepat dan efektif. Dia juga meminta semua elemen masyarakat untuk bersatu dan saling bergotong-royong dalam membantu sesama warga yang terdampak virus. Sehingga wabah ini tidak semakin parah dan tidak menelan banyak korban jiwa.

“Semoga bencana ini bisa segera berakhir,” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.