READING

Pemkot Kediri dan Anggota DPR RI Minta Penjelasan ...

Pemkot Kediri dan Anggota DPR RI Minta Penjelasan Kasus Tudingan Tak Perawan Atlet Senam

KEDIRI- Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakim Bafagih mengundang atlet senam artistik SAS (18 tahun) dan keluarganya ke Rumah Dinas Walikota Kediri (1/12/2019). Pertemuan ini bertujuan untuk menggali informasi yang sebenarnya agar tidak terjadi lagi polemik berkepanjangan di masyarakat.

Sebagaimana berita yang mengemuka, pemulangan ini disebabkan karena alasan keperawanan. Hal ini memicu polemik panjang di masyarakat sebab kontraproduktif dengan gerakan kesetaraan perempuan. Alasan ini pula menimbulkan trauma bagi SAS dan juga melukai keluarga korban.

Sebagaimana telah ditulis oleh Jatimplus.id, bila pemulangan ini disebabkan karena alasan indisipliner, prestasi yang menurun, dan alasan normatif lainnya, keluarga bisa menerima.

Baca selengkapnya: pesenam sea games 2019 kediri tegaskan tak mau lagi jadi atlet

Alasan itu pula yang menyebabkan Abu Bakar dan Hakim Bafagih turut campur tangan. Pemkot Kediri berkepentingan mengetahui duduk perkara yang sebenarnya sebab SAS merupakan salah satu warga yang membawa harum nama Kota Kediri di kancah nasional. Ia baru saja mendapatkan penghargaan Satya Yasa Cundamani (27/11/2019), sebuah penghargaan yang diberikan Pemkot Kediri untuk warganya yang berprestasi. SAS merupakan salah satu peraih penghargaan dari 68 penerima yang lain.

Menurut keterangan Ayu Kurniawati, ibunda SAS, putrinya sudah menorehkan prestasi sejak kelas 2 SD. Hingga kini, sudah 49 medali ia kumpulkan dari senam.

“Maka kami merasa perlu agar KONI atau Kemenpora memfasilitasi pertemuan antara pelatih, orang tua dan pihak terkait lainnya agar bisa mengklarifikasi duduk persoalan yang sebenarnya. Pemkot Kediri akan membantu semaksimal mungkin apapun yang dibutuhkan agar permasalahan ini menjadi terang benderang,” jelas Abdullah Abu Bakar.

Di sisi lain, Abdul Hakim Bafagih, Komisi X DPR RI yang membidangi olah raga, pariwisata, dan ekonomi kreatif ikut mengurai permasalahan ini.

“SAS masih sangat muda, usianya baru 17 tahun, ia berhak meraih masa depannya. Saya mendengar ia sudah tidak mau menjadi atlet senam dan malu untuk kembali ke sekolah. Jangan sampai permasalahan ini menghancurkan masa depannya,” kata Abdul Hakim Bafagih.

Hakim akan berkomunikasi dengan Kemenpora, tidak dalam rangka intervensi, tapi menanyakan pada Menteri Pemuda dan Olah Raga akan kejelasan dari kasus ini sebab ia mendapatkan informasi yang berbeda, antara pengakuan orang tua atlet dan tim pelatih.

Pertemuan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Anggota Komisi X Abdul Hakim Bafagih dengan orang tua atlet dan atlet itu sendiri di rumah dinas hari ini diharapkan bisa mendapatkan keterangan sejelasnya dan jika dimungkinkan ada bukti-bukti yang diperlukan agar bisa dilakukan langkah selanjutnya.

Abu Bakar juga menilai KONI atau Kemenpora memfasilitasi pertemuan antara pelatih, orang tua, dan pihak terkait lainnya agar bisa mengklarifikasi duduk persoalan yang sebenarnya. Pemkot Kediri akan membantu seoptimal mungkin apapun yang dibutuhkan agar permasalahan ini menjadi terang benderang.

Tidak menutup kemungkinan, jika orang tua atlet melanjutkan permasalahan ini hingga ke meja hijau, jika memang ada bukti yang mencukupi, Pemerintah Kota Kediri akan mengupayakan bantuan hukum agar kasus ini bisa terkuak sejelas-jelasnya.

Reporter: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.