READING

Pemkot Kediri Gunakan Dana Cukai Rokok Untuk Beli ...

Pemkot Kediri Gunakan Dana Cukai Rokok Untuk Beli Alat Kesehatan

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri memanfaatkan dana cukai rokok untuk membiayai operasional penanggulangan Covid-19. Nilainya cukup besar, mencapai Rp 15,3 miliar untuk pembelian masker, hand sanitizer, dan APD rumah sakit.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr. Fauzan Adima mengatakan pemerintah daerah telah menganggarkan dana Rp 20,3 miliar untuk menangani pandemik Covid-19. Dana tersebut diambil dari perubahan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 15,3 miliar ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik/Bantuan Operasional Kesehatan di puskesmas sebesar Rp 5 miliar.

“Penggunaan anggaran ini sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan masker, hand sanitizer, desinfektan, sprayer, dan APD untuk rumah sakit dan puskesmas,” jelas Fauzan Adima, Kamis 26 Maret 2020.

Masker, hand sanitizer, dan desinfektan ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jika anggaran ini nanti tidak cukup, Pemkot Kediri akan menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) dan perubahan Dana Alokasi Umum (DAU).

Selebihnya, anggaran itu akan digunakan untuk penyediaan dan perbaikan ruang isolasi RSUD Gambiran Kota Kediri. Ditargetkan ruang isolasi tersebut akan segera beroperasi dan menampung lebih dari 10 pasien dengan peralatan khusus.

Sejak membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 15 Maret 2020, Pemerintah Kota Kediri bergegas melakukan tindakan konkrit. Di antaranya penyemprotan desinfektan di tempat umum, pemasangan tempat cuci tangan di seluruh area publik, dan menyiapkan ruang isolasi rumah sakit.

Pemerintah juga melarang tegas kegiatan yang mengundang keramaian. Bahkan terakhir, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memutuskan larangan melakukan kegiatan keagamaan yang mengundang jamaah.

Hari ini, pemerintah juga melakukan penyemprotan cairan desinfektan di tempat ibadah. Penyemprotan ini dipimpin langsung Abdullah Abu Bakar bersama Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana dan Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung, di Gereja Getsemani, Masjid Pondok Lirboyo dan Masjid Darunnajah.

Gembala sidang Gereja Baptis Getsemani Pendeta Timotius mendukung dan mengikuti anjuran pemerintah terkait kegiatan jemaat. “Ibadah hari Minggu dan kegiatan gereja dialihkan sementara waktu sambil mengikuti perkembangan berikutnya. Gereja memfasilitasi ibadah gereja di rumah masing-masing dengan mengikuti live streaming facebook, instagram atau youtube,” jelasnya.

KH. Abdul Muid Shohib pengurus Pondok Pesantren Lirboyo menjelaskan Pondok Lirboyo juga telah membatalkan rangkaian kegiatan di awal tahun ini. Selain itu, jadwal libur santri juga dipercepat, yang biasanya pertengahan April menjadi awal April. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.