READING

Pemkot Rencanakan Gelar Rapid Test Untuk Demonstra...

Pemkot Rencanakan Gelar Rapid Test Untuk Demonstran RUU HIP

KEDIRI – Pro kontra pembahasan Rencana Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) sampai di Kediri. Rencananya besok (16/07) massa dari Pergerakan Umat Islam (PUI) Kediri Raya akan berunjuk rasa di beberapa titik termasuk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri. Padahal kondisi saat ini masih dibayang-bayangi COVID-19.

Makanya untuk mengantisipasi adanya klaster baru, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri pun berencana untuk melakukan rapid test massal untuk para demonstran. Tidak semuanya, namun akan diambil secara acak untuk memastikan bahwa kumpulan para demonstran yang berasal dari berbagai daerah ini bebas dari virus corona.

“Ini kan warga mau menyampaikan hak-nya berpendapat, silahkan saja. Tapi kami juga konsen untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Kediri. Jadi kami harus melakukan pengecekan agar tidak sampai menjadi klaster baru,” terang Fauzan Adima, jubir tim Gugus Penanganan COVID-19 Kota Kediri (15/07).

Menurut informasi awal yang diterima Fauzan, ada sekitar 800 hingga seribu orang yang akan melakukan demonstrasi. Untuk itu, pihaknya akan menurunkan sejumlah tenaga medis untuk melakukan rapid test yang dilakukan secara acak. Diharapkan dari sampel yang dicek tersebut tidak ada yang sampai reaktif.

“Nanti kami akan minta data pengunjuk rasa agar kalau ada yang reaktif bisa kami tindak lanjuti dengan protokol Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Kediri, Tanto Wijohari menjelaskan bahwa Pemkot Kediri sebenarnya tidak merestui aksi ini sepenuhnya. Pasalnya kondisi saat ini masih belum memungkinkan untuk melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa. Dikhawatirkan kejadian ini justru memberikan dampak negatif berupa penyebaran virus yang terlampau massif karena ada ratusan massa yang berkerumun di tempat aksi.

Dia juga sangsi jika nantinya para demonstran ini bisa menjaga jarak antar peserta aksi lainnya selama berdemo. Apalagi jika kondisinya tidak kondusif dan ada banyak orang yang terlibat di dalamnya. Bukan berarti melarang jalannya aksi. Namun bagi Tanto, alangkah lebih baiknya jika aksi unjuk rasa diganti dengan langkah yang lebih efektif dan efisien yakni dengan menyiapkan perwakilan untuk melakukan audiensi dengan para anggota dewan.

“Pemkot Kediri menyarankan kalau bisa kirim perwakilan saja untuk beraudiensi dengan DPRD, jadi tidak ada kerumunan “ tegasnya.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan saran. Pasalnya izin keramaian diatur sepenuhnya oleh petugas kepolisian. Sedangkan sasarannya adalah pihak legislatif Kota Kediri. “Jika jadi ada demo, semoga berjalan kondusif dan semua terbebas dari covid-19,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.