READING

Pengendalian Inflasi Kota Kediri Terbaik se-Jawa d...

Pengendalian Inflasi Kota Kediri Terbaik se-Jawa dan Bali

“Pengendalian inflasi butuh inovasi yang terprogram, dari hulu hingga hilir”, kata Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri sukses mempertahankan rekor sebagai kota terbaik dalam mengendalikan inflasi. Hal ini menjadi parameter keberhasilan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menstabilkan kebutuhan pokok.

Untuk ketiga kali TPID Kota Kediri ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi yang terbaik di wilayah Jawa-Bali. Penghargaan serupa diterima Kota Kediri di tahun 2016 dan 2017. “Ini kado manis bagi Kota Kediri yang sedang berulang tahun ke-1140,” kata Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar melalui siaran persnya, Kamis 25 Juli 2019.

Tak tanggung-tanggung, penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Abdullah Abu Bakar dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2019 di Hotel Grand Sahid Jakarta pagi tadi.

Secara khusus Jusuf Kalla mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, yang salah satunya melalui pengendalian inflasi. Dia menegaskan, pengendalian inflasi daerah cukup mengacu pada indeks harga konsumen (IHK) yang menjadi dasar perhitungan inflasi, dan dilakukan dalam waktu tertentu. “Kalau harga yang naik kopi, coklat atau karet biar saja. Karena itu bukan barang konsumsi,” katanya.

Wakil Presiden juga meminta kepada pemerintah daerah untuk berhati-hati dalam melakukan sweeping ke pedagang dan produsen jika terjadi kenaikan harga. Sweeping baru dilakukan jika indeks harga konsumen naik terus menerus dalam kurun waktu tertentu.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menerima penghargaan pengendalian inflasi terbaik. Foto: Humas Pemkot Kdr

Terkait prestasi yang diraih Kota Kediri, pemerintah pusat mengapresiasi upaya pengendalian inflasi tahun 2018 yang hanya 1,97 persen. Mengingat penilaian TPID kali ini mematok 50 persen dari outcome. Ini pula yang membuat Kota Kediri ditetapkan sebagai daerah dengan tingkat pengendalian inflasi terbaik.

Bahkan angka itu lebih rendah dibanding angka inflasi Provinsi Jawa Timur sebesar 2,86 persen dan inflasi nasional 3,13 persen. Indikator lain dalam penilaian itu adalah proses dengan bobot 20 persen dan output dengan bobot 30 persen.

Usai menerima penghargaan tersebut, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan trik pengendalian inflasi yang dilakukan di daerahnya. Menurut dia, pengendalian inflasi harus dilakukan dengan inovasi. Diantaranya adalah mengendalikan dari hulu ke hilir agar perdagangan antar daerah terus berjalan. “Kita juga kerjasama dengan para magang, distributor, dan daerah-daerah lain. Misal seperti bawang merah kita kerjasama dengan Nganjuk,” jelasnya.

Dengan capaian ini, diharapkan masyarakat Kota Kediri bisa berinvestasi dengan baik dan memiliki daya beli tinggi. Selain peran pengurangan angka pengangguran.

Selain Kota Kediri, beberapa kota yang meraih penghargaan TPID terbaik antara lain Kota Tanjung Pinang, Kota Samarinda, Kota Palopo, dan Kota Mataram.

print

Hari Tri Wasono

Freelance journalist | Press freedom is ur freedom

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.