READING

Penghargaan Satya Yasa Cundamani, Cara Pemkot Apre...

Penghargaan Satya Yasa Cundamani, Cara Pemkot Apresiasi Prestasi dan Rangsang Jiwa Kompetisi Warga Kota Kediri

KEDIRI- Suara tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan Insumo Kediri Convention Center (27/11). Orang-orang di dalamnya tampak berpakaian rapi. Aturannya memang cukup ketat. Hanya mereka yang mengenakan pakaian batik formal lengkap dengan jas atau blazer yang bisa masuk ke sana.

Panggung utama dengan sorot lampu warna warni menjadi pusat perhatian. Di sanalah tempat Walikota Abdullah Abu Bakar memberikan medali Satya Yasa Cundamani kepada para warganya. Tidak semua orang bisa mendapatkannya. Hanya yang berprestasi saja yang bisa mendapatkan medali kehormatan tersebut.

“Dulu ada ratusan medali yang kami siapkan. Tahun ini kita perketat kategori penerimanya. Jadi tidak semua bisa mendapatkannya,” terang Abu, kepada awak wartawan dalam rilis yang disebar sebelum acara.

Menurutnya, pemberian penghargaan Satya Yasa Cundamani ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) kepada para pejuang atas dedikasinya kepada Kota Kediri dan membawa nama harum Kota Kediri di kancah nasional maupun internasional. Apresiasi ini diberikan agar warga semakin bersemangat dalam mengukir prestasi dan inovasi.

“Diharapkan daya competitiveness yang tercipta bertambah di masyarakat; agar semakin bersemangat berprestasi,” tambahnya.

Untuk diketahui, Satya Yasa Cundamani sudah ketiga kalinya digelar. Sebelumnya ada sekitar 100 lebih penghargaan yang diberikan. Sedikit berbeda, tahun ini jumlah penghargaan menjadi lebih sedikit yakni 68 medali. Makanya seleksi peserta untuk bisa mendapatkannya cukup ketat dengan melalui berbagai tahapan.

Tidak hanya itu, pemberian penghargaan juga berguna untuk memberikan inspirasi kepada warga lainnya. Sehingga semakin banyak orang tergerak untuk membuat perubahan yang positif untuk lingkungan. Beberapa kategori penerima penghargaan terdiri dari kategori umum, berdedikasi khusus, dan pelajar mulai dari SD, SMP serta SMA.

Para peraih penghargaan Satya Yasa Cundamanik bersama Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Foto: Dok. Humas Pemkot Kediri.

Untuk kategori SD sebanyak 11 orang. Sedangkan kategori SMP ada 18 orang dan kategori SMA sebanyak 21 orang. Selain itu, untuk kategori umum sebanyak 14 orang dan yang terakhir kategori berdedikasi khusus diberikan kepada 2 orang.

“Kategori penghargaan tidak hanya untuk prestasi akademik-non akademik saja, tetapi juga mereka yang dianggap menginspirasi dalam berbagai bidang,” tandas walikota kelahiran tahun 1980 ini.

Selain itu, ada 5 penghargaan kehormatan khusus yang diberikan kepada Persik Kediri. Pasalnya, belum lama ini, Tim Macan Putih berhasil menjadi jawara di Liga 2 dan berhasil naik kasta ke Liga 1 Indonesia.

“Acara ini mudah-mudahan dapat menularkan energi positif kepada seluruh masyarakat Kota Kediri khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tandasnya.

Abu mengakui jika tidak ada hadiah atau fasilitas khusus untuk para penerima penghargaan. Namun penghargaan terbaik ini bisa menambah bobot prestasi penerima. Sehingga mereka berhak untuk mendapatkan prioritas dalam mengakses fasilitas yang ada di Kota Kediri.

“Misalkan ada UMKM yang mendapatkan penghargaan, semakin dipermudah dan diprioritaskan prosesnya. Penghargaan ini juga digunakan siswa untuk mendaftar ke sekolah yang mereka inginkan di Kota Kediri,” bebernya.

Sementara itu, salah satu penerima penghargaan kategori umum, Munawaroh merasa senang, Pemkot tidak melupakan kaum disabilitas. Sehingga meski dirinya memiliki kekurangan, namun tetap bisa mendapatkan penghargaan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri telah mengapresiasi kaum disabilitas,” ujar perempuan peraih Perempuan Inspiratif dalam acara Women Hero 3,0 2018 dari UNAIR Surabaya.

Munawaroh berpesan agar rekan-rekan yang disabilitas mau menghilangkan label belas kasihan yang selama ini seringkali digunakan sebagai senjata bertahan hidup. Bahkan diharapkan kaum disabilitas bisa ikut memberikan kontribusinya bagi Kota Kediri.

“Semoga Kota Kediri semakin ramah kaum disabilitas sehingga memberikan ruang kepada kami untuk berkarya dan berkontribusi,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.