READING

Penjualan Tiket Kereta Api Berubah, Perhatikan Hal...

Penjualan Tiket Kereta Api Berubah, Perhatikan Hal Ini

MADIUN – PT Kereta Api Indonesia melakukan perubahan sistem penjualan tiket dan pembatalan untuk perjalanan lebaran. Masyarakat diminta mengetahui informasi ini untuk memastikan perjalanan balik tak terganggu.

Pemesanan tiket perjalanan kereta api yang mengalami perubahan adalah untuk jadwal keberangkatan tanggal 1 Agustus 2019 dan seterusnya. “Untuk pembelian tanggal tersebut tidak bisa dilayani di semua channel pemesanan,” kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko kepada Jatimplus.ID, Senin 3 Juni 2019.

Ixfan menjelaskan, pemesanan tiket untuk keberangkatan tanggal tersebut baru akan dilayani pada tanggal 1 Juli 2019. Sehingga PT KAI hanya memberikan waktu satu bulan untuk pemesanan tiket atau H-30. Perubahan aturan ini hanya berlaku pada rute perjalanan kereta api untuk jarak jauh dan menengah.  

baca juga: H-4 Lebaran 2019 Jalur Surabaya – Jogja Lancar

baca juga: Bayar Rp 1 Juta Nikmati Kereta Api Mewah Jakarta – Malang

baca juga: Bila Mudik Lebaran Jangan Lupa Tahu Takwa Hangat

Demikian pula untuk proses pembatalan selama periode 1-31 Juli 2019 hanya bisa dilakukan secara manual di loket stasiun pembatalan. Sedangkan untuk pengambilan uang secara tunai juga dibatasi pada H+30 setelah tanggal pembatalan di stasiun yang telah disepakati.

“Termasuk untuk proses mengganti jadwal tiket (reschedule) untuk tanggal keberangkatan 1 Agustus 2019 dan seterusnya hanya dilayani di loket stasiun,” jelas Ixfan.

Seorang calon penumpang kereta api melakukan pencetakan tiket di stasiun. Foto PT KAI

Perubahan sistem layanan tiket ini menurut Ixfan diakibatkan dilakukannya perbaikan sistem tiketing PT KAI. Perbaikan ini diharapan memperlancar dan memudahkan penumpang dalam memesan tiket KA ke depan.

Optimalisasi layanan penjualan tiket kereta api ini salah satunya dengan penambahan quota pembelian tiket di aplikasi KAI Access. Jika sebelumnya pemesanan tiket hanya untuk satu penumpang saja, kini ditambah menjadi empat penumpang. Ketentuan ini berlaku sejak tanggal 28 Mei 2019.

Ixfan mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan layanan non tunai dalam pembelian tiket kereta agar bisa menikmati kemudahan. “Banyak keuntungan yang didapat jika calon penumpang menggunakan aplikasi KAI Access. Diantaranya tidak perlu mengantre di stasiun, tidak dikenakan biaya pemesanan sebesar Rp7.500, dan penumpang tidak perlu mencetak boarding pass karena diaplikasi tersebut sudah terdapat menu e-Boarding yang bisa langsung di scan oleh petugas boarding,” katanya.

Untuk lebaran tahun 2019 ini, PT KAI menambah jumlah kereta api yang beroperasi. Diperkirakan kenaikan calon penumpang pada saat lebaran mencapai tiga persen. Untuk itu PT KAI akan mengoperasikan 356 kereta api reguler dan 50 kereta api tambahan dengan total 406 kereta api. “Khusus daop 7 Madiun perjalanan kereta api akan sangat padat pada masa angkutan lebaran 2019,” jelas Ixfan.

Di wilayah daerah operasional 7 Madiun, tiga kereta api yang disiagakan adalah KA Brantas, KA Kahuripan, dan KA Singasari.  (HARI TRI WASONO)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.