READING

Penyandang Disabilitas di Kediri Borong Bioskop No...

Penyandang Disabilitas di Kediri Borong Bioskop Nonton Film Bumi Manusia

KEDIRI – Puluhan warga Kota Kediri penyandang disabilitas ramai-ramai menonton pemutaran film Bumi Manusia di Cinema XXI. Bersama Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, mereka diajak tak tunduk pada keadaan seperti yang dilakukan Tirto Adhie Soerjo.

Meski baru diputar beberapa hari, film Bumi Manusia karya sutradara Hanung Bramantyo telah menarik perhatian publik, termasuk para penyandang disabilitas di Kota Kediri. Selasa pagi, 20 Agustus 2019, mereka ramai-ramai memenuhi tempat duduk Cinema XXI yang memutar film tersebut.

baca juga: Tiga Organisasi Wartawan Sepakat Tak Memproduksi Berita Provokatif Soal Papua

Dengan berbagai keterbatasan fisik, para penyandang disabilitas yang rata-rata tak lagi berusia muda ini serius mengikuti alur cerita film yang diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer. Film berdurasi hampir tiga jam ini mengisahkan perjalanan tokoh pers RM Tirto Adhie Soerjo di awal abad ke-20.

Penyandang disabilitas nobar film Bumi Manusia bersama Wawali Kota Kediri Lilik Muhibbah. Foto: Humas

Film ini berkisah tentang percintaan antara Minke yang diperankan Iqbaal Ramadhan dan Annalies Mellema oleh Mawar de Jongh. Minke adalah sebutan yang diberikan bangsa kolonial kepada Tirto Adhi Soerjo. Sementara Annalies Mellema adalah blasteran Indonesia – Belanda.

baca juga: Cara Unik Santri Tambakberas Jombang Rayakan Kemerdekaan Indonesia ke-74

Drama asmara mereka mengantarkan pada perkenalan Minke dengan Nyao Ontosoroh, ibu Annalies yang seorang gundik asli Jawa, sama seperti Minke. Perkenalan dengan Nyai Ontosoroh yang diperankan Ine Febriyanti membawa pengaruh pada sosok Tirto Adhi Soerjo. Dia memercikkkan api perlawanan terhadap penindasan bangsa kolonial.

Usai pertunjukan, Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah sempat berdialog dengan para penyandang disabilitas. Dia meminta mereka untuk tak menyerah pada keadaan dan terus berbuat untuk bangsa dan negara.

baca juga: Drama Kekerasan Mahasiswa Papua di Malang

Tak hanya disini. Keberpihakan Pemerintah Kota Kediri kepada penyandang disabilitas ini juga dilakukan Dinas Perhubungan setempat. Untuk melayani kebutuhan transportasi pelajar penyandang disabilitas, Dishub mengetuk pemilik angkutan di Kota Kediri untuk bersimpati dengan tidak menarik penumpang mulai pagi hingga siang.

Sebagai gantinya, armada yang tiap hari berseliweran mencari penumpang diarahkan ke jalur khusus menuju sekolah luar biasa. Yang dibidik adalah angkutan kota yang memiliki trayek sepi. “Kami berikan pengganti pemasukan selama armada mereka melayani adik-adik disabilitas,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Ferry Djatmiko.

Penyandang disabilitas nobar film Bumi Manusia bersama Wawali Kota Kediri Lilik Muhibbah. Foto: Humas

Kompensasi yang diberikan Dinas Perhubungan tak sedikit. Setiap bulan mereka harus memberikan gaji tetap kepada sopir angkot senilai Rp 1,6 juta. Masih ditambah subsidi pembelian BBM sebesar 15 liter per hari dan perawatan armada sebulan sekali.

Masing-masing armada bertanggungjawab atas 10-15 pelajar untuk menjemput dan mengantarkan mereka pulang setiap hari. Pengemudi angkutan dilarang meninggalkan area sekolah selama anak-anak ini belajar.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.