READING

Penyebaran Menurun, Kota Kediri Kini Jadi Zona Kun...

Penyebaran Menurun, Kota Kediri Kini Jadi Zona Kuning Covid-19

KEDIRI – Masyarakat Kota Kediri akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya saat ini Kota Tahu dinyatakan menjadi zona kuning oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Provinsi Jatim. Status ini bisa dipantau melalui update informasi wabah Pemprov Jatim per 15 Juni 2020.

 “Kita patut bersyukur bisa lepas dari zona merah ke oranye lalu sekarang menjadi kuning. Semoga bisa lekas menjadi zona hijau,” terang Mas Abu, Jumat (19/6).

Atas kondisi baik ini, Mas Abu sangat mengapresiasi upaya berbagai pihak yang aktif membantu dalam penanganan selama wabah. Mulai dari Polres Kediri Kota, Kodim 0809, hingga tokoh dan semua elemen masyarakat yang tidak setengah-setengah dalam melakukan berbagai bentuk pencegahan.

“Masyarakat sangat kooperatif dan bijaksana. Tidak ada yang melanggar ketika ada kebijakan isolasi mandiri maupun kolektif. Semua elemen juga saling membantu dalam memenuhi kebutuhan terutama pangan,” tambahnya.

Upaya pengawasan juga dilakukan setiap individu di lingkungan masyarakat. Mereka sangat perhatian dengan setiap orang yang keluar masuk Kota Kediri. Bahkan mereka tidak segan mencetak spanduk-spanduk besar yang berisi himbauan dan peringatan. Serta bertindak aktif melakukan pelaporan ke petugas terkait jika ada yang melakukan pelanggaran.

“Misal ada gerombolan pesepeda di Jembatan Lama Brantas yang selfie dan nongkrong, atau keramaian di GOR Joyoboyo di akhir pekan, warga melapor ke saya langsung. Tidak semua pelanggar ini warga asli kota, jadi kita sama-sama saling mengawasi dan mengingatkan,” tandasnya.

Meski telah berhasil menekan laju penyebaran virus, Mas Abu tetap mewanti-wanti warga agar tidak menurunkan kewaspadaan selama beraktivitas di pusat keramaian. Status zona kuning menunjukkan bahwa Kota Kediri masih belum sepenuhnya terbebas dari virus. Masih ada potensi penyebaran jika warga tidak lagi menerapkan protokol kesehatan.

Makanya saat ini Pemkot Kediri masih memberlakukan batasan kegiatan di masyarakat. Mulai dari adanya jam malam, penertiban kerumunan, dan aturan protokol ketat untuk tempat ibadah dan kegiatan usaha. Mas Abu meminta kesabaran untuk beberapa aktivitas yang masih belum diperbolehkan karena menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

“Sekarang PR kita adalah menjadikan Kota Kediri kembali ke zona hijau. Saya ingatkan, kita harus tetap disiplin dan dalam koridor protokol nasional Covid-19,” tegas Mas Abu.

Sementara itu, Pemkot Kediri terus melakukan rapid test secara acak demi meningkatkan status menjadi zona hijau. Sasaran kali ini adalah penerima bantuan langsung tunai (BLT) di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Pelaksanaan tes ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan orang tanpa gejala (OTG) yang mungkin tidak terdeteksi karena tidak berkaitan dengan pasien-pasien sebelumnya.

Rapid test berlangsung di Balai Kelurahan Burengan pagi ini (19/06). Tidak semua warga dicek. Total ada sekitar 20 spesimen yang diambil secara acak guna dilakukan pengujian. Hasilnya diketahui semua berstatus non reaktif. Tidak berhenti di sana, rapid test rencananya dilakukan secara berkala di titik-titik keramaian di Kota Kediri.

“Tak menutup kemungkinan akan diadakan rapid test di luar Kecamatan Pesantren yang dilakukan secara acak,” pungkas Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kota Kediri. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.