READING

Penyelesaian Program Smart City Kota Kediri Diapre...

Penyelesaian Program Smart City Kota Kediri Diapresiasi Kemkominfo

KEDIRI – Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Kediri setelah sukses merampungkan masterplan smart city. Kota ini dinilai mampu menyusun kerangka pemerintahan hingga 10 tahun ke depan.

Menkominfo Johnny G. Plate mengatakan paparan yang disampaikan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar tentang konsep Gerakan Menuju 100 Smart City sangat luar biasa. “Jika bisa, seluruh kota di Indonesia menerapkan smart city. Kominfo sudah membangun Palapa Ring untuk mendukung smart city ini,” terang Johnny G. Plate dalam pemberian penghargaan di Jakarta.

Konsep kota pintar atau smart city adalah konsep untuk lebih mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Smart city bukan sekadar belanja alat-alat elektronik yang keren, namun lebih pada apa yang dibutuhkan sehari-hari.

Johnny menjelaskan, pemerintah akan memperhatikan dan berfokus pada pembangunan infrastruktur komunikasi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Fokus pembangunan infrastruktur itu bertujuan mengurangi disparitas pembangunan digital di seluruh wilayah Indonesia. “Gerakan menuju 100 Smart City telah mendorong banyak pemerindah daerah untuk mewujudkan pelayanan yang memudahkan masyarakat,” ujar Johnny.

Usai menerima penghargaan, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan jika hal ini menjadi pembuktian bahwa Kota Kediri fokus dalam bidang pengembangan teknologi informasi. “Artinya program-program yang dulu berjalan sendiri sekarang diintegrasikan untuk mempermudah masyarakat. Ke depan kita juga akan lebih mengolah data-data yang kita punya ini untuk mendukung pengambilan keputusan,” ujarnya.

Abu Bakar juga menjelaskan dengan smart city ini,  potensi-potensi daerah akan tergali dengan sendirinya. Pemerintah juga fokus memberikan pelayanan publik yang mudah, cepat dan tepat.

Saat ini Kota Kediri memiliki tiga quick win dari program smart city . Ketiga program itu adalah Program Aktivitas Ruang Terbuka Hijau (Arteri), di mana setiap kelurahan diharapkan memiliki ruang terbuka hijau yang bisa digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Program lainnya adalah Kampung Kreatif dan Independen (Kampung KEREN), di mana setiap kelurahan wajib mengembangkan potensi daerahnya. Tidak hanya potensi wisata namun juga perdagangan ataupun edukasi. Sehingga masyarakat akan memiliki sumber ekonomi baru.

Program terakhir adalah Pelayanan Cepat Mudah Terpadu (PECUT). Diharapkan pelayanan publik di Kota Kediri berjalan optimal dengan memanfaatkan teknologi informasi dan meningkatkan aksesibilitas pelayanan publik. “Itu yang kita wujudkan dalam waktu dekat,” pungkas Abu Bakar.

Penulis : Reporter
Editor : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.