Perahu Tambang dalam Arus Zaman

JOMBANG- Perahu tambang menjadi pembicaraan ketika sarana penyebrangan tradisional yang melintasi aliran Sungai Brantas di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang hancur terbalik usai terseret derasnya aliran sungai, Sabtu 29/02/2020. Perahu berisi satu nahkoda dan lima penumpang ikut hanyut di dalamnya. Dua penumpang perahu berhasil menyelamatkan diri setelah berenang dan tersangkut pohon air. Sedang empat lainnya  menghilang dan belum diketahui rimbanya. Tim Basarnas  Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta sejumlah relawan dan TNI Polri masih terus melakukan pencarian.

Surip seperti biasanya mengoperasikan perahu tanpa menggunakan sling pengamanan. Lima penumpang dengan dua sepeda motor bersiap menyebrang dari Jombang menuju Nganjuk. “Kadang memang menggunakan sling kadang tidak, kalau pakai sling dia sering mengeluh tidak bisa maju ke depan hanya lurus jalannya,” cerita Sutarni, istri Surip yang masih menunggu kabar keberadaan suaminya kepada Jatimplus.ID, 1/2/2020.

Saat perahu berjalan separuh, mendadak kipas perahu tersangkut sampah dan enceng godok yang  membuat baling baling perahu ini tidak bisa berputar. Karena kipas tidak bisa berputar dan aliran sungai sangat deras perahu ini langsung terbawa arus ke bawah dengan kencang. Sementara sekitar 400 meter dari penyebrangan terdapat dam Klaci yang cukup deras. Alhasil perahu langsung terbalik dan seluruh penumpang tenggelam. Dua penumpang masing-masing Febriansyah Yona Alfianto, mahasiswa asal Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo Nganjuk dan Sukar, 50, warga Desa Brodot Kecamatan Bandarkedungmulyo tersangkut tanaman kangkung.

Sementara Serda Dadang Agus Wicaksono anggota TNI Batalyon  521 Kediri bersama calon istrinya Dwi Lutfi Saptiana,22,  warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Surip sang nahkoda, dan Anista Sugandis, 18, masih belum diketahui keberadannya.  “Kita sudah lakukan penyisiran di radius 16 kilmeter dengan menggunakan empat perahu karet,” jelas Novix Heriadi, Komanda Tim Basarnas Surabaya, Minggu 1/3/2020.

Risiko dalam Hal yang Sudah Terlalu Biasa

Perahu tambang memiliki jejak peradaban panjang di Sungai Brantas. Situs resmi Pemerintah Kabupaten Tulungagung tidak mengutip sumbernya, menyebutkan, di era Majapahit (abad ke-14 hinga abad ke-15), peradaban masa itu telah mengelola dan menata kegiatan penyeberangan ini. Para tukang tambang zaman itu, disebut Wwanganambangi, telah diorganisasi dengan rapi.

Berabad kemudian, penyeberangan dengan perahu tambang masih eksis di sepanjang Sungai Brantas yang melintasi Blitar, Kediri, dan Tulungagung. Masing-masing memiliki titik-titik penyeberangan yang meringkas perjalanan.

Tak hanya penumpang yang diangkut, namun juga sepeda motor dan mobil. Betapa berat beban perahu tambang ini dan tak ada kontrol beban. Perahu tambang merupakan tumpuan ekonomi para nahkodanya yang kerap kali mengemudikan perahu yang bukan miliknya.

Perahu yang digunakan Surip misalnya,  perahu sewa milik juragannya. Setiap operasi,  Surip harus menyiapkan solar hingga uang sewa kepada sang pemilik perahu. Kalau dapat banyak bisa setor Rp 50 ribu, kalau sepi tak sampai angka tersebut.

Menjadi nahkoda perahu di tambangan di aliran Sungai Brantas sudah dilakoni Surip sejak tiga tahun terakhir. Pekerjaan yang biasa dijalankan tiap malam merupakan pekerjaan sampingan selain menjadi kuli bangunan. Laki-laki yang memiliki satu anak ini biasanya mengemudikan perahu bersama saudaranya.

Melihat sejarah panjangnya, perahu tambang sudah lekat dalam kebiasaan masyarakat khususnya di sepanjang aliran Sungai Brantas. Saking biasanya justru menjadikan lengah perihal keselamatan. Kebiasaan dan jarak yang terlalu jauh menjadikan kelengahan sehinga berisiko sebab minimnya sarana pengamanan. Jangankan pelampung untuk penumpang, sling pengamanan pun tak ada. Jika ada kecelakaan seperti yang terjadi kini, tak ada prosedur penyelamatan. Pasrah pada arus air.

Reporter: Lufi Syailendra
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.