READING

Perangi Corona, Siswa Madrasah Produksi Hand Sanit...

Perangi Corona, Siswa Madrasah Produksi Hand Sanitizer

JOMBANG – Hand Sanitizer saat ini tampaknya menjadi kebutuhan pokok  masyarakat di Indonesia yang sedang dilanda serangan virus Covid – 19. Tidak heran jika saat ini toko dan apotek yang biasa menjualnya sudah kehabisan stok.  Kelangkaan ini memaksa munculnya kreatifitas masyarakat untuk membuat sendiri cairan antiseptic dari bahan yang ada.  Termasuk yang dilakukan oleh siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jombang.

Hasil karya siswa ini sebagian digunakan di madrasah sebagian lagi di distribusikan ke lembaga pendidikan lainnya. Gerakan memproduksi hand sanitizer ini selain sebagai praktik pembelajaran juga karena permintaan  antiseptic di masyarakat kian meningkat. “Stok di apotek dan sejumlah toko sudah langka,” ujar Emma Rahmawati Kepala MAN 1 Jombang kepada Jatimplus.ID.

Karena hand sanitizer ini menjadi salah satu materi pembelajaran maka guru kimia bersama siswa yang aktif di ekstra karya ilmiah remaja langsung berinisiatif memproduksi hand sanitizer yang sudah di pelajarinya. Lima siswa dan siswi yang biasa mengikuti perlombaan dan mengerjakan KIR langsung melakukan praktik di ruang laboratorium sekolah. Dengan dibimbing guru kimia mereka menyiapkan bahan yang sudah ada di madrasah.

Adapun bahan yang digunakan adalah  etanol 96 persen, gliserol 98 persen, hidrogen peroksida 3 persen serta air steril atau aquades. Seluruh bahan tersebut kemudian dicampur dengan takaran yang sudah ditentukan ke dalam gelas ukuran 1000 mili liter. Setelah tercampur kemudian di aduk hingga seluruh bahan tercampur.  Bahan yang sudah tercampur hingga berwarna putih tersebut kemudian dipindah ke botol kaca dan didiamkan selama 72 jam. “Takaran yang kita pakai ini sesuai dengan ketentuan dari WHO, sehingga keampuhannya sudah bisa di pastikan sesuai standar,” ujar Rohmad Lukman Hakim, salah satu siswa MAN 1 Jombang.

Siswa dari madrasah yang memiliki predikat   Adiwiyata dan Berkarakter ini menambahkan, saat ini peredaran virus Covid 19 sudah mewabah di Indonesia termasuk Jawa Timur. Cuci tangan dan menjaga kebersihan penting dilakukan agar penyebaran virus ini tidak semakin mengganas. Itulah sebabnya pembuatan hand sanitizer ini penting dilakukan

Seluruh produk hand sanitizer yang di produksi siswa ini akan di taruh di setiap ruang kelas dan lokasi strategis di sudut  madrasah. Seluruh siswa yang mau masuk dan keluar ruang kelas diwajibkan untuk memakai antiseptic guna mencegah penyebaran. “Kita harus bisa menjaga diri sendiri dan orang lain, caranya dengan menerapkan pola hidup bersih,” katanya menyemangati siswa lainnya.

Setelah kebutuhan madrasah terpenuhi, produk antiseptic ini juga dikirim ke Kantor Departemen Agama yang sudah memesannya. Produk yang dihasilkan siswa ini merupakan bentuk praktik pembelajaran yang memang saat ini sangat dibutuhkan oleh semua masyarakat. “Kita akan mendorong terus anak anak untuk memproduksi untuk kebutuhan internal madrasah dulu,” imbuh Emma Rahmawati Kepala MAN 1 Jombang.

Sterilkan Sekolah dengan Disinfektan

Beda madrasah beda pula cara yang dilakukan dalam memerangi penyebaran virus corona.  Madrasah Aliyah Negeri 3 yang berada di Komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang memilih mensterilkan seluruh ruang kelas dan gedung dengan menyemprotkan cairan disinfektan. “Kita gunakan cairan antiseptic untuk menjaga dan mensterilkan seluruh ruang kelas,” ujar M Maksum, waka Humas MAN 3 Jombang pada Jatimplus.ID.

Penyemprotan disinfektan di MAN 3 Jombang. Foto: Jatimplus.ID/Lufi Syailendra.

Pihak sekolah melarang masyarakat umum untuk memasuki ruang madrasah pasca dilakukan sterilisasi. Pihak madrasah hanya melayani legalisir dan pendaftaran siswa baru. Bahkan untuk masjid dibuka hanya pada waktu sholat.

Saat ini seluruh siswa dan siswa sudah dikarantina pihak pesantren di asrama masing-masing. Mereka tidak diperbolehkan keluar pesantren  sesuai dengan imbauan dari pemerintah. “Siswa yang mayoritas santri sudah dikarantina oleh yayasan, mereka tetap mengerjakan tugas  sesuai petunjuk mentri pendidikan,” imbuhnya.

Tidak hanya Madrasah sejumlah Pondok Pesantren di Kabupaten Jombang yang melakukan karantina,  Sejumlah ponpes seperti Pondok Pesantren yang ada di  Desa Cukir Kecamatan Diwek dan Pondok Pesantren Rejoso Darul Ulum pun melakukan hal serupa . Jam berkunjung bagi wali santri dibatasi.

“Kita sudah membatasi jam berkunjung wali santri. Hanya yang berkepentingan urgen dan kita sudah siapkan lokasi khusus yang bertemu. Pengurus perlu melindungi empat ribu santri dari ancaman virus,” pungkas KH Lukman Hakim mudir Pondok Pesantren Tebuireng.

Reporter: Lufi Syailendra
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.