READING

Perangi Narkoba, PT KAI Tes Urine Karyawannya

Perangi Narkoba, PT KAI Tes Urine Karyawannya

JOMBANG –  PT KAI Daop 7 Madiun bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk melakukan tes urine karyawannya, Rabu (19/2). Tes urine  dilakukan untuk memastikan seluruh karyawan PT KAI bebas dari penggunaan narkoba. Kegiatan pencegahan ini dilakukan menyusul tangkapnya seorang juru parkir di Stasiun Kereta Api Jombang yang mengonsumsi sabu.

Wisnu Pramudyo Vice President PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun  mengatakan,  pemeriksaan ini untuk  mengetahui ada tidaknya kandungan narkoba dan zat adiktif lain dalam tubuh karyawan PT KAI.  Pasalnya, jika ada karyawan yang mengonsumsi narkotika maka dipastikan akan mengganggu etos kerja perusahaan. Apalagi yang dilakukan juga melanggar hukum.

Jika dalam tes dinyatakan positif akan dijatuhi sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku yaitu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau di pecat. “Pemeriksaan yang dilakukan mulai dari Kepala Stasiun, petugas operasional, petugas perawatan jalan, hingga petugas keamanan,” ujarnya setelah memantau tes di Stasion Jombang.

Selain   pegawai tetap, pemeriksaan juga dilakukan terhadap tenaga alih daya atau tenaga  outsorcing yang meliputi petugas parkir, security, loket  dan customer service, cleaning service, hingga pramugara dan pramugari kereta api.

Total pekerja yang melakukan tes urine sebanyak 52 orang dengan rincian pegawai organik/tetap sejumlah 25 orang, tenaga alih daya pihak ke tiga (outsorsing) 27 orang terdiri dari 6 petugas keamanan, 11 cleaning service, cheker angkutan barang, Biliyetris /loket 1orang, Juru parkir 2 orang, dan penjaga pintu perlintasan.

Dalam tes ini seluruh karyawan yang dikumpulkan dalam satu ruangan, diambil sampel urinenya dan ditest menggunakan alat test strip 6 parameter. Hasilnya langsung bisa diketahui dalam hitungan menit.

Tes urine yang dilakukan secara mendadak ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian kerja sama antara Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk dengan PT KAI Daop 7 Madiun yang sudah diteken sebelumnya.

Kepala BNNK  Nganjuk AKBP. Ir. Bambang sugiharto.M.Si Kpl, menyampaikan pemaparannya tentang berbagai jenis narkoba, ciri ciri fisik pecandu narkoba. Dengan pemaparan ini diharapkan  para peserta dapat memahami dan mengerti akan bahaya narkoba. Bambang mengakui  kegiatan ini dilakukan dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi bagi pengguna, namun tidak menutup kemungkinan jika dalam sidak ini ditemukan peserta sebagai pengedar atau bandar narkoba akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku. 

Kepala BNNK ini juga mengingatkan agar transportasi kereta api lebih waspada terhadap aktifitas peredaran narkoba yang memanfaatkan jalur kereta. Pasalnya jalur pelabuhan dan bandara lebih ketat dalam pengawasan karena sudah dipasang alat canggih untuk mendeteksi. Sementara jalur  KAI relatif lebih mudah dimanfaatkan untuk kepentingan lain diluar ketentuan. “Jalur kereta api ini bisa menjadi celah jika tidak dilakukan pencegahan mulai sekarang,” kata Bambang.

Dalam tes ini kali ini petugas tidak menemukan karyawan yang menggonsumsi narkoba maupun zat adiktif lainnya. Pihak kepala stasiun diminta untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar seluruh karyawan bisa membantu pencegahan peredaran narkoba di kota santri yang memanfaatkan melalui jalur transportasi kereta api.

Reporter: Lufi Syailendra
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.