READING

Pergantian Tahun Yang Romantis di Kediri

Pergantian Tahun Yang Romantis di Kediri

KEDIRI – Momentum pergantian tahun selalu dirayakan dengan meriah di seluruh penjuru dunia. Namun Pemerintah Kota Kediri memiliki definisi yang romantis tentang kemeriahan ini.

Menggabungkan doa dan hiburan menjadi pilihan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Kediri dalam menyambut tahun baru 2019. Tanpa melupakan bagaimana cara bersyukur kepada Tuhan, masyarakat Kota Kediri dimanjakan berbagai hiburan rakyat yang menawan.

Acara tutup tahun ini diawali dengan Sholawatan bersama jamaah ‘Rosho’ di depan Masjid Agung alun-alun Kota Kediri. Bersama para pimpinan daerah dan lembaga pemerintah, masyarakat Kota Kediri diajak bersholawat bersama-sama.

Tak hanya memohon ampunan atas semua khilaf di tahun 2018, sholawatan ini untuk mengharap keberkahan bagi masyarakat Kota Kediri di tahun 2019 mendatang. Doa tersebut juga ditujukan kepada warga Indonesia yang sedang tertimpa bencana alam agar diberi ketabahan dan keikhlasan menerima cobaan Tuhan.

Selain memanjatkan doa kepada Sang Khalik, rangkaian hiburan rakyat digelar pemerintah di area Gedung Olahraga Jayabaya Kediri. Grup band ternama Geisha dihadirkan di tempat ini untuk membawakan lagu-lagu romantis sebagai kenangan manis. “Ini akan menjadi malam pergantian tahun yang romantis,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Kediri, Nurmuhyar kepada Jatimplus, Senin 31 Desember 2018.

Kehadiran Geisha di Kediri merupakan permintaan masyarakat yang menggemari band asal Kota Pekanbaru Riau itu.  Band yang dibentuk tahun 2003 oleh lima personil yakni Momo (vokal), Roby (gitar), Nard (Bass), Dhan (keyboard), dan Aan (drum) langsung mendapat tempat di industri musik tanah air.

Album pertama mereka bertitel ‘Anugerah Terindah’ yang dirilis pada tahun 2009 menuai respon setelah single berjudul Jika Cinta Dia meledak. Demikian pula dengan single kedua ‘Tak Kan Pernah Ada’ serta single ketiga ‘Selalu Salah’ dan single keempat ‘Kamu Yang Pertama’ mendapat sambutan baik dari penggemar musik Indonesia.

Tahun 2014 menjadi kenangan manis bagi Geisha setelah berhasil menciptakan rekor untuk video klip Indonesia paling banyak ditonton di YouTube. Video lagu berjudul ‘Lumpuhkan Ingantanku’ itu telah ditonton oleh 25 juta lebih di dunia maya.

Penampilan Geisha malam nanti di GOR Jayabaya Kediri juga istimewa sebagai perkenalan vokalis baru mereka. Sosok Regina Poetiray yang masih berusia 19 tahun menggantikan Narova Morina Sinaga atau Momo yang telah menjadi ikon Geisha. “Bagi yang penasaran dengan vokalis baru Geisha silahkan datang ke GOR Jayabaya malam nanti,” kata Nurmuhyar.

Penampilan Geisha malam nanti sekaligus menjadi puncak rangkaian Pagelaran Seni Padang Bulan di GOR Jayabaya mulai Minggu – Senin. Ajang pagelaran seni itu banyak dibanjiri anak muda yang memiliki grup band untuk unjuk kemampuan. Alhasil puluhan band tampil tanpa henti untuk memperebutkan pengakuan sebagai jawara.

Dari kompetisi ketat tersebut, dewan juri memilih tiga band sebagai juara yakni Litle Stone, Siti N Friend, dan Mugi Lancar. Sementara di posisi Harapan 1 diduduki Gen X Way, dan Harapan 2 diraih Grenn Matcha. Para pemenang diganjar tropy penghargaan atas prestasi mereka di bidang olah musik.

Tak hanya musik, Pemerintah Kota Kediri juga memberikan ruang kepada pelaku usaha untuk menampilkan produk mereka di Bazar Komunitas. Selama dua hari mereka berebut perhatian pengunjung sebagai konsumen.

Banyaknya acara dan ragam kegiatan ini diharapkan bisa menekan perilaku negatif perayaan pesta pergantian tahun malam nanti. Masyarakat juga tak perlu berjubel-jubel untuk beradu cepat dengan balap motor, serta terhindar dari menenggak minuman keras. “Kami juga tidak menggelar pesta kembang api karena efisiensi dan resiko keamanan,” kata Nurmuhyar.

Pemerintah Kota Kediri dan Kepolisian Resor setempat menjamin keamanan pelaksanaan peringatan malam tahun baru ini. Sedikitnya 600 personil gabungan diterjunkan untuk mengamankan titik-titik yang menjadi pusat keramaian. “Tak hanya di lokasi acara, pengamanan dilakukan di semua titik kumpul massa,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polresta Kediri AKP Kamsudi. (Adv Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Kediri)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.