READING

Pergi Ke Mojokerto Rugi Tak Mencicipi Onde onde Le...

Pergi Ke Mojokerto Rugi Tak Mencicipi Onde onde Legendaris ini

MOJOKERTO- Onde onde Bo Liem Jr diracik dari resep turun temurun sejak pra kemerdekaan (tepatnya tahun 1929). Jajanan tradisional asal Kabupaten Mojokerto itu pantas menyandang julukan legenda.

Kenapa demikian?. Seiring munculnya kue brownis (dengan berbagai varian), putri salju, serta kue kue modern manis sejenis lainnya, kejayaan jajanan tradisional telah memasuki senjakala. Banyak panganan lawas yang berjatuhan dan dilupakan.

Modernisasi tidak hanya mengubah gaya berpakaian, gaya berproduksi maupun gaya hidup masyarakat. Modernisasi juga memaksa selera lidah tradisional berhijrah ke selera modern.

Bersama datangnya gelombang jajanan modern itu sejumlah jajanan lawas, yakni sebut saja cucur, clorot, gandos, klepon, gethuk, gathot, lemper, rondo royal, putu sampai roti kembang waru kelimpungan. Ambruk secara bisnis dan selera.

Kalaupun masih ada, jumlahnya tidak membanjir seperti di era 90an. Tidak seperti dulu, dimana banyak yang memasarkannya ke kampung kampung. Di era kekinian tempat jajanan lawas lebih banyak di pinggir, di ruang sempit, dan tentunya dengan kondisi yang relatif mendrip mendrip.

Melihat fenomena  “kawan seiring” yang banyak berjatuhan, eksistensi onde onde Bo Liem tentu patut diacungi jempol. Bahkan dua jempol.

Ketahanan onde onde Bo Liem Mojokerto menghadapi keroyokan jajanan modern setara dengan daya tahan es puter Toko Oen di Malang, Zangrandi di Surabaya, Tip Top di Medan, Ragusa di Jakarta, serta Toko Oen dan Es Congklik di Semarang.

Seiring bertambahnya usia, onde onde Bo Liem bukan semakin  tua dan ringkih. Malah semakin perkasa dan jaya. Lalu apa kunci onde onde Bo Liem tetap perkasa dan memiliki loyalis fanatik?.

Pertama, onde onde Bo Liem memiliki bulatan yang sempurna. Bulat dan bundar. Tidak lonjong ataupun ngganden. Di dalam bulatan onde onde Bo Liem padat berisi kacang hijau yang sudah dideplok (tumbuk). Setiap digigit tidak ada sensasi kempos atau ruang kosong.

Seperti dilansir dari kompas.com, kacang hijau onde onde Bo Liem bertekstur lembut dan tidak menyisakan kulit (kacang hijau). Manis kacang hijau itu berpadu dengan gurih wijen yang dibalur melimpah pada kulit luar onde onde. Setiap gigitan menimbulkan sensasi empuk, tidak alot sekaligus renyah.

Kedua, onde onde Bo Liem tidak memakai bahan pengawet. Kendati demikian kelezatannya tidak berkurang meski dinikmati lebih dari 24 jam. Meski jajanan tradisional, setiap butiran onde onde dikemas ke dalam kantong plastik. Tidak hanya soal higienitas. Di dalam plastik itu suhu onde onde juga terjaga.

Ketiga adalah rasa. Konsistensi menjaga rasa ini yang membuat para pelanggan onde onde Bo Liem tidak pernah pindah ke lain hati. Meski di setiap daerah ada jajanan onde onde, Bo Liem Jr tetap yang juara. Tidak berlebihan jika banyak yang mengatakan inilah onde onde yang terenak.

Siapapun yang bertandang ke Mojokerto, belum lengkap rasanya tanpa mencicipi onde onde Bo Liem. Juga kurang afdol kalau tidak membungkusnya untuk oleh oleh keluarga. Per kotak (isi 10 butir) sekitar Rp 40 ribuan.

Kecuali sudah janjian via telepon, jangan datang diatas pukul 6 sore. Sebab  toko onde onde Bo Liem yang berada di Jalan Empu Nala 43, Mojokerto itu  hanya buka mulai pukul 08.00 Wib-18.00 Wib. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.