READING

Perjuangan “Kartini-Kartini” Ber-APD di Ruang Isol...

Perjuangan “Kartini-Kartini” Ber-APD di Ruang Isolasi RSUD Gambiran Kota Kediri

KEDIRI – Peringatan Hari Kartini tahun ini terasa berbeda bagi para tenaga kesehatan (nakes) perempuan. Tidak lagi mengenakan kebaya seperti sebelum-sebelumnya, kini mereka justru harus membalut diri dengan alat pelindung diri (APD) lengkap demi menghidari paparan virus corona. Meski dalam situasi yang tidak menyenangkan, semangat Kartini tetap tertancap kuat dalam benak mereka.

Tak hanya ketahanan fisik saja yang dibutuhkan ketika menjadi garda terdepan penanganan Covid-19. Kondisi mental juga harus kuat dan stabil agar tidak memberikan dampak negatif pada tubuh. Apalagi ketika harus menangani banyak pasien positif maupun pasien suspek.

“Kami membayangkan, andai yang sakit itu anak, suami, atau saudara sendiri, bukan orang lain. Jadi semua nakes di sini merawat pasien Covid dengan sepenuh hati,” terang Yatiani, Kasi Pelayanan Keperawatan RSUD Gambiran (21/04).

Ada sekitar 19 tenaga nakes ditempatkan di ruang isolasi RSUD Gambiran Kota Kediri. Sebelas di antaranya perempuan. Mereka memiliki tugas berjaga selama 24 jam yang dibagi menjadi 3 shift (pagi, siang, dan malam) dan ditambah 1 shift bebas. Saat ini ada 13 pasien di sana. Tiga di antaranya dinyatakan positif. Namun kondisinya semakin membaik.

Menjadi sebuah ironi di beberapa daerah, ketika ada perawat yang justru diusir dan dijauhi masyarakat. Bahkan jasad mereka yang harus “berpulang lebih cepat” ditolak. Beruntung seiring berjalannya waktu, pemahaman masyarakat tentang tugas nakes mulai meningkat. Mereka tak lagi “anti” terhadap para nakes.

Keluarga pun mulai memaklumi. Anak-anak paham ketika ibu-ibu mereka untuk sementara tidak bisa berada di rumah memanja mereka. Daripada berpotensi menulari orang-orang tersayang, para nakes perempuan ini memilih untuk mengkarantina diri di kamar rumah sakit.

Untuk diketahui, RSUD Gambiran juga menyediakan ruang karantina untuk petugas ruang isolasi. Sistem kerjanya, para nakes bertugas selama seminggu penuh di ruang isolasi. Seminggu kemudian mereka libur untuk memulihkan tenaga. Di waktu lepas dinas, mereka tidak pulang ke rumah tapi dikarantina di RSUD Gambiran.

“Masyarakat tahu saya kerja di RS. Anak-anak dan suami juga tahu saya di ruang isolasi. Kami jaga diri saja,” tambah Sri Aning, perawat ruang isolasi RSUD Gambiran.

Para nakes perempuan ini juga sempat risau dengan kenyataan langkanya APD di lapangan. Padahal APD merupakan tameng pertama dan paling nyata dalam melindungi diri dari paparan virus Covid-19. Namun kini hal tersebut tidak lagi menjadi masalah karena pasokan APD mulai stabil lagi setelah banyak bantuan mengalir baik dari pemerintah maupun bantuan dari para donatur.

Tidak hanya itu, di ruang isolasi RSUD Gambiran sendiri menerapkan sistem zona. Ada tiga bagian utama yakni zona hijau, kuning, dan merah. APD wajib digunakan ketika berada di zona merah. Usai bertugas, APD dilepas di ruang ganti dan dilanjutkan dengan mandi menggunakan sabun sebelum keluar dari zona merah.

Prosedur ketat ini diterapkan untuk meminimalkan terbawanya virus dari dalam ruang isolasi ke lingkungan luar. Untuk menjaga kondisi tubuh, para petugas ruang isolasi ini juga diprioritaskan untuk mendapat asupan gizi dari makanan, sayuran, buah, hingga suplemen multivitamin yang cukup.

Bagi Yatiani, menangani wabah Covid-19 ini bukan pengalaman pertama kalinya. Dia pernah bertugas ketika SARS Cov-1 tahun 2011 lalu. Namun ketika itu sifatnya hanya berjaga-jaga saja. “Dengan kondisi yang demikian, selain menaati SOP, kami juga tidak boleh stres. Dibawa happy,” demikian kiat Yatiani.

Untuk meringankan beban para nakes, kita bisa membantu mereka dengan menaati aturan pemerintah untuk tinggal di rumah saja. Hindari bepergian yang tidak penting. Jika harus bertemu banyak orang sebaiknya gunakan masker dan jangan lupa untuk sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.